IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL
International Journal of Community Service (IJCS)International Journal of Community Service (IJCS)Kebebasan berekspresi merupakan hak asasi manusia yang mendasar dan prasyarat bagi pemerintahan demokratis, transparansi, dan partisipasi publik. Meskipun demikian, tatanan hukum internasional dan domestik secara konsisten mengakui bahwa hak ini bukanlah hak mutlak dan dapat dibatasi dalam kondisi tertentu. Artikel ini melakukan analisis kualitatif, normatif-yuridis terhadap pembatasan terhadap kebebasan berekspresi di ranah publik, dengan memandang dari sudut pandang rule of law. Dengan menggunakan instrumen hak asasi manusia internasional, khususnya Pasal 19 dari International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) dan uji tiga bagiannya, serta norma-norma konstitusional dan statuta di Indonesia, artikel ini mengembangkan kriteria berbasis rule of law untuk menilai legitimasi pembatasan. Analisis doktrinal kualitatif digabungkan dengan pemeriksaan tematik terhadap yurisprudensi, kerangka kerja statuta, dan komentar kritis. Temuan menunjukkan adanya ketegangan yang terus-menerus antara pembatasan yang dibenarkan dan sempit dengan pembatasan yang lebih luas, samar, atau tidak proporsional yang berisiko mengubah rule of law menjadi rule by law. Artikel ini menyimpulkan dengan mengusulkan tolok ukur normatif dan jaminan praktis untuk memastikan bahwa pembatasan terhadap ekspresi publik tetap kompatibel dengan konstitusionalisme demokratis dan rule of law.
Analisis ini mengembangkan kriteria berbasis rule of law untuk menilai legitimasi pembatasan terhadap kebebasan berekspresi di ranah publik.Kriteria ini mencakup legalitas, kejelasan, tujuan yang sah, keharusan, proporsionalitas, kesetaraan, pengawasan yudisial, dan presumsi untuk kebebasan.Ketika kriteria ini diterapkan pada kerangka kerja Indonesia, analisis mengungkapkan lanskap regulasi yang kompleks di mana jaminan konstitusional dan statuta terhadap ekspresi coexist dengan klausul pembatasan yang luas, norma-norma penghinaan dan penghinaan pidana, pelanggaran ekspresi digital, dan ketentuan berita palsu.Meskipun banyak pembatasan secara formal didasarkan pada hukum dan mengejar tujuan yang sah secara prinsip, muncul kekhawatiran yang signifikan mengenai keraguan, over-kriminalisasi, penegakan selektif, dan perlindungan martabat institusional pada biaya debat publik yang terbuka.Pola-pola ini berisiko mengubah rule of law menjadi rule by law, terutama ketika hukum digunakan untuk melindungi otoritas publik dari kritik.Artikel ini menyimpulkan bahwa rezim pembatasan yang kompatibel dengan rule of law terhadap ekspresi publik memerlukan penyempitan legislatif terhadap pelanggaran yang samar, peningkatan penggunaan sanksi sipil daripada pidana, pengawasan yudisial yang lebih kuat, dan jaminan yang kuat dalam regulasi ekspresi digital.Reformasi seperti itu tidak akan menghilangkan semua pembatasan terhadap pidato, tetapi akan memastikan bahwa mereka berfungsi sebagai instrumen yang sah untuk melindungi hak dan ketertiban demokratis, bukan sebagai alat kontrol politik.
Untuk meningkatkan kesesuaian pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dengan rule of law, diperlukan beberapa langkah. Pertama, perlu dilakukan penyempitan dan penjelasan terhadap pelanggaran yang samar dalam hukum pidana, seperti penghinaan dan penghinaan terhadap pejabat publik atau institusi negara. Kedua, harus ada pergeseran dari penggunaan sanksi pidana ke sanksi sipil untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan reputasi atau ketidaknyamanan, kecuali dalam kasus-kasus yang melibatkan ancaman nyata terhadap keamanan atau ketertiban umum. Ketiga, pengawasan yudisial harus diperkuat untuk memastikan bahwa pembatasan terhadap kebebasan berekspresi tidak melanggar prinsip-prinsip rule of law. Keempat, dalam regulasi ekspresi digital, harus diterapkan standar yang sama dengan pembatasan offline, termasuk kejelasan definisi, prosedur yang transparan, kesempatan untuk banding, dan pengawasan independen. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Indonesia dapat memastikan bahwa pembatasan terhadap kebebasan berekspresi tetap kompatibel dengan rule of law dan konstitusionalisme demokratis.
- RESPECT FOR HUMAN RIGHTS AND FREEDOMS AS A PREREQUISITE FOR THE REALIZATION OF THE LEGAL STATUS OF AN... doi.org/10.26565/2075-1834-2024-38-08RESPECT FOR HUMAN RIGHTS AND FREEDOMS AS A PREREQUISITE FOR THE REALIZATION OF THE LEGAL STATUS OF AN doi 10 26565 2075 1834 2024 38 08
- 공법관계소송에서 가집행선고에 관한 연구 - 학지사ㆍ교보문고 스콜라. study... scholar.kyobobook.co.kr/article/detail/4010071827576AiAEIUIaEu AcnOEa Aiu A ioACIsAa Ouy study scholar kyobobook co kr article detail 4010071827576
- Legitimacy and Rule of Law: Fundamental Administrative and Legal Principles in Ensuring the Function... science.lpnu.ua/law/all-volumes-and-issues/volume-12-number-4-48-2025/legitimacy-and-rule-law-fundamentalLegitimacy and Rule of Law Fundamental Administrative and Legal Principles in Ensuring the Function science lpnu ua law all volumes and issues volume 12 number 4 48 2025 legitimacy and rule law fundamental
| File size | 510.63 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
LAAROIBALAAROIBA TikTok merupakan platform yang digunakan oleh para penggunanya dalam melakukan kebebasan berekspresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkajiTikTok merupakan platform yang digunakan oleh para penggunanya dalam melakukan kebebasan berekspresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji
IAIN MADURAIAIN MADURA Pemerintahan Joko Widodo menggunakan Islam sebagai alat politik untuk memperkuat nasionalisme dan menekan gerakan Islamis. Pembubaran HTI dan FPI membawaPemerintahan Joko Widodo menggunakan Islam sebagai alat politik untuk memperkuat nasionalisme dan menekan gerakan Islamis. Pembubaran HTI dan FPI membawa
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Berdasarkan data selama periode penelitian dari 14 September hingga 11 November 2024, HPAL menerima 5,497 likes dan 368 komentar positif di YouTube sertaBerdasarkan data selama periode penelitian dari 14 September hingga 11 November 2024, HPAL menerima 5,497 likes dan 368 komentar positif di YouTube serta
LLDIKTI12LLDIKTI12 Peran yang dapat diidentifikasi yaitu ibu sebagai pengasuh, ibu sebagai pendidik, ibu sebagai pendorong, dan ibu sebagai pengawas. Diharapkan pemerintahPeran yang dapat diidentifikasi yaitu ibu sebagai pengasuh, ibu sebagai pendidik, ibu sebagai pendorong, dan ibu sebagai pengawas. Diharapkan pemerintah
LLDIKTI12LLDIKTI12 Artikel ini mendiskusikan program pengelolaan sampah di Kawasan pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup. PenelitianArtikel ini mendiskusikan program pengelolaan sampah di Kawasan pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup. Penelitian
LLDIKTI12LLDIKTI12 Kearifan lokal sasi biasanya digunakan untuk melestarikan, menjaga, dan melindungi sumber daya alam, baik itu darat maupun laut dengan tujuan yaitu agarKearifan lokal sasi biasanya digunakan untuk melestarikan, menjaga, dan melindungi sumber daya alam, baik itu darat maupun laut dengan tujuan yaitu agar
UNEJUNEJ Penegakan hukum terbukti tidak efektif dalam melindungi jurnalis, dan sistem hukum menawarkan sedikit jalan keluar dalam kasus-kasus kekerasan. Bahkan,Penegakan hukum terbukti tidak efektif dalam melindungi jurnalis, dan sistem hukum menawarkan sedikit jalan keluar dalam kasus-kasus kekerasan. Bahkan,
Useful /
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Sebanyak 50 siswa, tiga guru sejarah, empat pemandu komunitas, dan dua administrator sekolah terlibat dalam delapan sesi observasi terstruktur, wawancaraSebanyak 50 siswa, tiga guru sejarah, empat pemandu komunitas, dan dua administrator sekolah terlibat dalam delapan sesi observasi terstruktur, wawancara
UKIUKI Sementara elemen promosi penjualan, pemasaran alangsung, pemasaran interaktif, dan penjualan personal tidak dimaksimalkan secara signifikan. Strategi UltraSementara elemen promosi penjualan, pemasaran alangsung, pemasaran interaktif, dan penjualan personal tidak dimaksimalkan secara signifikan. Strategi Ultra
UINUIN Kegiatan bank syariah tidaklah semata‑mata untuk memaksimalkan keuntungan finansial tetapi juga untuk mewujudkan kesejahteraan sosial sebagai upaya pemenuhanKegiatan bank syariah tidaklah semata‑mata untuk memaksimalkan keuntungan finansial tetapi juga untuk mewujudkan kesejahteraan sosial sebagai upaya pemenuhan
UINUIN Studi ini menunjukkan bahwa identifikasi sosial melalui solidaritas Muslim dan proses indoktrinasi membentuk identitas kolektif jihadis. Narasi jihad danStudi ini menunjukkan bahwa identifikasi sosial melalui solidaritas Muslim dan proses indoktrinasi membentuk identitas kolektif jihadis. Narasi jihad dan