UMSUMS

Jurnal Berita Ilmu KeperawatanJurnal Berita Ilmu Keperawatan

Penyakit ginjal kronis merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel dimana tubuh mengalami kegagalan untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga menyebabkan terjadinya uremia. Hemodialisis dilakukan untuk menghilangkan gejala yaitu mengendalikan uremia, kelebihan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit yang terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik. Selain manfaatnya hemodialisis juga tak jarang memiliki berbagai komplikasi, salah satu komplikasi yang cukup umum terjadi adalah hipotensi Intradialisis (IDH), kasus hipotensi intradialisis mencapai 20 % hingga 30% dalam sesi hemodialisis. Metode yang digunakan adalah penelitian literature review dengan membandingkan beberapa literatur dari penelusuran situs jurnal terakreditasi seperti Sciencedirect, National Center for Biotechnology Information dan Google Scholar dengan kata kunci Hypotension Intradialytic Factor dalam kurun waktu 2015-2020. Hasil Penelitian :. Hipotensi Intradialisis (IDH) terjadi karena multifaktorial baik faktor non teknis maupun faktor teknis hemodialisa. Faktor non teknis terdiri dari jenis kelamin, usia, riwayat hipertensi, jantung, anemia dan lama hemodialisa pasien. Faktor teknis terdiri dari laju ultrafiltrasi, suhu cairan dialisat, dan konsentrasi cairan dialisat. Kesimpulan : Hipotensi Intradialisis terjadi karena diawali dengan faktor-faktor yang multifaktorial, IDH terjadi karena berkurangnya volume sirkulasi darah yang agresif selama sesi hemodialisa.

Hipotensi Intradialisis terjadi karena diawali dengan faktor-faktor yang multifaktorial, IDH terjadi karena berkurangnya volume sirkulasi darah yang agresif selama sesi hemodialisa.

Berdasarkan hasil penelitian dan tinjauan literatur, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipotensi intradialisis (IDH) dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort prospektif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko IDH secara lebih akurat, termasuk interaksi antara faktor-faktor tersebut. Penelitian ini dapat melibatkan pengukuran variabel-variabel fisiologis dan klinis secara berkala selama periode hemodialisis untuk mengidentifikasi pola dan prediktor IDH. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien dengan IDH, termasuk dampak psikologis dan kualitas hidup mereka. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga tentang kebutuhan pasien dan membantu mengembangkan intervensi yang berpusat pada pasien. Ketiga, penelitian intervensi dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas strategi pencegahan IDH, seperti penyesuaian laju ultrafiltrasi, penggunaan cairan dialisat dengan komposisi yang optimal, atau penerapan protokol manajemen cairan yang terstandarisasi. Penelitian ini dapat memberikan bukti empiris untuk mendukung implementasi praktik terbaik dalam pencegahan IDH.

  1. Role of magnesium in the risk of intradialytic hypotension among maintenance hemodialysis patients -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/hdi.12833Role of magnesium in the risk of intradialytic hypotension among maintenance hemodialysis patients onlinelibrary wiley doi 10 1111 hdi 12833
  2. Reducing the risk of intradialytic hypotension by altering the composition of the dialysate - Vareesangthip... doi.org/10.1111/hdi.12840Reducing the risk of intradialytic hypotension by altering the composition of the dialysate Vareesangthip doi 10 1111 hdi 12840
  3. Hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis... doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.10829Hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis doi 10 35790 ecl 4 1 2016 10829
Read online
File size383 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test