PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law StudiesFenomena kawin kontrak merupakan praktik perkawinan sementara yang umum terjadi di wilayah Jabal Puncak, melibatkan wisatawan asing—terutama dari Timur Tengah—dan perempuan lokal. Praktik ini kerap dilakukan tanpa pendaftaran resmi, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan hukum dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kawin kontrak dari perspektif hukum dan hak asasi manusia, serta mengkaji kaitannya dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dan analisis kasus hukum serta sosial. Data diperoleh dari dokumen hukum, laporan LSM, dan pemberitaan investigatif. Temuan menunjukkan bahwa kawin kontrak melibatkan eksploitasi perempuan, termasuk pelanggaran hak atas perlindungan hukum, kesejahteraan ekonomi, dan martabat manusia. Praktik ini sering dianggap sebagai bentuk prostitusi terselubung yang memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan penegakan hukum. Meskipun Indonesia memiliki regulasi seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan UU Pemberantasan TPPO, implementasinya masih suboptimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan perlunya reformasi hukum yang lebih ketat, pengawasan lebih intensif, serta program pemberdayaan ekonomi dan edukasi.
Penelitian ini mengungkap bahwa praktik kawin kontrak di Jabal Puncak bukan hanya fenomena sosial dan budaya, tetapi telah menjadi modus terselubung tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengeksploitasi perempuan.Praktik ini memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan, serta melibatkan berbagai pihak termasuk calo dan oknum aparat.Meskipun regulasi pemberantasan TPPO telah ada, pelaksanaannya masih belum maksimal karena ambiguitas dalam identifikasi unsur TPPO, sehingga diperlukan peran negara yang lebih kuat secara represif, preventif, dan edukatif.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan pendekatan komparatif lintas daerah untuk memahami perbedaan dan kesamaan pola kawin kontrak di wilayah rawan lain di Indonesia, sehingga dapat dirancang kebijakan yang lebih adaptif dan kontekstual. Selain itu, diperlukan studi interdisipliner yang menggabungkan perspektif psikologi, gender, dan ekonomi untuk mendalami dampak jangka panjang terhadap korban, serta mengidentifikasi faktor-faktor struktural yang memperkuat kerentanan perempuan. Lebih jauh, perlu dikembangkan kerangka kebijakan berbasis bukti yang mencakup sistem perlindungan korban secara holistik, serta pemantauan longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas intervensi hukum dan sosial dalam jangka panjang, mengingat sifat dinamis dari praktik eksploitasi berkedok perkawinan ini.
| File size | 376.55 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBMEDIAPUBMEDIA This study uses a normative juridical method with a literature study approach that includes doctrine and various other international legal conventions.This study uses a normative juridical method with a literature study approach that includes doctrine and various other international legal conventions.
PUBMEDIAPUBMEDIA Konsumen akan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 jika merasa dirugikan oleh produk yang dijual, dan memiliki hak untuk menerima kenyamanan,Konsumen akan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 jika merasa dirugikan oleh produk yang dijual, dan memiliki hak untuk menerima kenyamanan,
UMTSUMTS Sebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasiSebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasi
UMTSUMTS Nilai-nilai ini sangat relevan dalam pengembangan pendidikan keberlanjutan yang menghargai kearifan lokal dan hubungan manusia dengan lingkungan. DenganNilai-nilai ini sangat relevan dalam pengembangan pendidikan keberlanjutan yang menghargai kearifan lokal dan hubungan manusia dengan lingkungan. Dengan
UMTSUMTS Sebaliknya, destinasi yang jauh menghadapi hambatan infrastruktur, lemahnya jaringan kelembagaan, dan keterbatasan akses pasar. Analisis SNA menegaskanSebaliknya, destinasi yang jauh menghadapi hambatan infrastruktur, lemahnya jaringan kelembagaan, dan keterbatasan akses pasar. Analisis SNA menegaskan
UMTSUMTS Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar eks PMI memiliki tingkat pendidikan rendah dan minim keterampilan sebelum bekerja di luar negeri. MeskipunHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar eks PMI memiliki tingkat pendidikan rendah dan minim keterampilan sebelum bekerja di luar negeri. Meskipun
UMTSUMTS Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurang optimalnya koordinasi antarinstansi yang masih perlu diatasi. Kesimpulannya, peningkatanNamun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurang optimalnya koordinasi antarinstansi yang masih perlu diatasi. Kesimpulannya, peningkatan
STAIMUTTAQIENSTAIMUTTAQIEN Sedangkan sumber sekunder diambil dari buku dan jurnal lain. Ibnu Khaldun berpendapat bahwa teori-teori ekonomi harus bertepatan dengan nilai-nilai Islam.Sedangkan sumber sekunder diambil dari buku dan jurnal lain. Ibnu Khaldun berpendapat bahwa teori-teori ekonomi harus bertepatan dengan nilai-nilai Islam.
Useful /
UMKUMK Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah prototipe sistem yang menggunakan mikropengendali Photon 2 dan platform Particle.io untuk berinteraksiTujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah prototipe sistem yang menggunakan mikropengendali Photon 2 dan platform Particle.io untuk berinteraksi
UMTSUMTS Konsep diri terbuka ini dipengaruhi oleh persepsi sosial yang bersumber dari pengalaman mereka berinteraksi dengan orang lain, khususnya di media sosial.Konsep diri terbuka ini dipengaruhi oleh persepsi sosial yang bersumber dari pengalaman mereka berinteraksi dengan orang lain, khususnya di media sosial.
UMTSUMTS Melalui konten visual yang menarik dan relevan, Tolak Linu berharap dapat membangun ikatan emosional dengan pelanggan, mendorong interaksi, dan pada akhirnyaMelalui konten visual yang menarik dan relevan, Tolak Linu berharap dapat membangun ikatan emosional dengan pelanggan, mendorong interaksi, dan pada akhirnya
UMSUMS Salah satu non-farmakologi terapi untuk mengurangi kecemasan yaitu relaksasi benson yang dilakukan selama 15-20 menit setiap pagi dan sore hari. TujuanSalah satu non-farmakologi terapi untuk mengurangi kecemasan yaitu relaksasi benson yang dilakukan selama 15-20 menit setiap pagi dan sore hari. Tujuan