UMKUMK

Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)

Banyak sistem IoT (Internet of Things) yang dirancang secara khusus untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian perangkat elektronik dari jarak jauh. Umumnya sistem semacam ini menggunakan perangkat, infrastruktur dan protokol yang berbeda-beda di setiap lapisan arsitekturnya. Pada jangka panjang hal ini rentan terhadap masalah interoperabilitas. Salah satu usulan solusinya adalah dengan menggunakan platform yang seragam di semua lapisan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah prototipe sistem yang menggunakan mikropengendali Photon 2 dan platform Particle.io untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik dari jarak jauh. Prototipe terdiri dari tiga buah LED, mikropengendali Photon 2 dan baterai LiPo 850 mAh. Pengoperasian untuk LED, baik dengan mode ON/OFF atau PWM dilakukan melalui aplikasi peramban dan Particle CLI pada PC dan Particle Mobile App pada ponsel. Kode sumber untuk program melibatkan Function pwm, led1, led2 dan all untuk mengendalikan LED. Sedangkan Function status digunakan untuk memantau kondisi LED. Berdasarkan pengujian dengan metode Black Box untuk tiga jenis aplikasi yang disebutkan sebelumnya, dengan total 51 buah skenario uji didapatkan tingkat keberhasilan sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua Function dan argumen telah dapat direspon dengan benar untuk prototipe sistem yang menggunakan Photon 2 dan ekosistem Particle.io.

Sistem prototipe pemantauan dan pengendalian jarak jauh berbasis Photon 2 dan ekosistem Particle.io berhasil diuji dengan tingkat keberhasilan 100% dari 51 skenario pengujian.Semua fungsi pengendalian (pwm, led1, led2, all) dan fungsi pemantauan (status) beroperasi sesuai harapan melalui tiga jenis antarmuka.peramban, Particle CLI, dan Particle Mobile App.Sistem ini berhasil menerapkan platform terpadu Particle.io pada seluruh lapisan arsitektur IoT, sehingga mendukung interoperabilitas dan pengelolaan perangkat yang lebih efisien.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem ini dengan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan, seperti Google Assistant atau Alexa, untuk memungkinkan kendali perangkat melalui perintah suara secara lokal maupun jarak jauh, sehingga meningkatkan kemudahan akses pengguna. Kedua, perlu dilakukan studi tentang adaptasi prototipe ini pada perangkat elektronik berdaya tinggi seperti lampu AC atau kipas angin, termasuk evaluasi kestabilan koneksi dan keamanan sistem saat beroperasi dalam jaringan rumah tangga yang kompleks. Ketiga, penting untuk meneliti penggunaan sensor lingkungan seperti sensor suhu, cahaya, atau gerak yang terhubung ke Photon 2 agar sistem dapat berjalan otomatis berdasarkan kondisi sekitar, sehingga membentuk sistem otomasi berbasis logika kondisional tanpa intervensi langsung pengguna. Penelitian-penelitian ini dapat memperluas aplikasi sistem dari sekadar prototipe menjadi solusi nyata dalam skenario smart home yang realistis.

Read online
File size776.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test