UMTSUMTS

Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan HumanioraJurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana individu LGBTQ mengkonsepkan diri mereka di media baru. Penelitian ini menggunakan teori konsep diri Johari Windows, teori media baru, dan teori queer dari Judith Butler. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode observasi pada konten Youtube, Twitter, dan Instagram, serta wawancara dengan pemilik konten. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu LGBTQ cenderung memiliki konsep diri terbuka, di mana informasi mengenai diri mereka diketahui oleh orang lain, karena mereka cenderung terbuka pada orang lain. Konsep diri terbuka ini dipengaruhi oleh persepsi sosial yang bersumber dari pengalaman mereka berinteraksi dengan orang lain, khususnya di media sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep diri yang terbentuk pada kalangan LGBTQ di media sosial adalah konsep diri aktual, pribadi, dan sosial yang menampilkan kehidupan pribadi mereka dalam kesehariannya untuk mendapatkan pengukuhan sosial.Faktor yang mendorong keeksistensian LGBTQ pada media baru adalah keinginan untuk diterima masyarakat dan faktor material seperti perolehan penghasilan melalui endorsement.Perlu adanya perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan dalam mengontrol aktivitas media sosial terkait konten LGBTQ.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana representasi diri LGBTQ di media baru memengaruhi penerimaan sosial dan mengurangi stigma di masyarakat Indonesia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran komunitas online LGBTQ dalam membentuk identitas dan memberikan dukungan sosial bagi anggotanya, terutama bagi mereka yang mengalami diskriminasi atau penolakan dari lingkungan sekitar. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak penggunaan media baru terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis individu LGBTQ, termasuk bagaimana mereka mengatasi cyberbullying atau ujaran kebencian yang mungkin mereka alami. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan guna memahami secara lebih mendalam dinamika identitas dan pengalaman hidup LGBTQ di era digital, serta untuk merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora, serta bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan toleran.

Read online
File size211.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test