ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Public Speaking bertujuan untuk mempengaruhi, mengubah opini, mengajar, mendidik, memberikan penjelasan serta memberikan informasi kepada masyarakat tertentu pada suatu tempat tertentu. Melalui Public Speaking, kita dapat mengetahui pola pemikiran, gagasan masa depan, dan ide-ide luar biasa seseorang, serta perubahan yang direncanakannya. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan berbicara efektif berupa sikap dan teknik berbicara yang mumpuni, baik dalam penyampaian pesan, mempengaruhi orang, maupun memotivasi. Kemampuan Public Speaking penting dimiliki pelaku usaha mikro dalam mempresentasikan bisnis atau produk mereka kepada pembeli, investor, hingga pemerintah. Untuk itu, peneliti mendukung pelaku usaha mikro di Kota Bandung melalui program pelatihan Public Speaking agar mampu menyampaikan pesan secara efektif. Masyarakat sasaran akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus dalam mengembangkan kemampuan Public Speaking untuk presentasi bisnis mereka.

Kegiatan pemberdayaan pelaku UMKM dalam adaptasi media digital sebaiknya dimulai dari pembangunan kompetensi komunikasi, bukan langsung pada penggunaan medianya.Pendekatan ini didasarkan pada teori komunikasi Laswell yang menekankan urutan proses komunikasi secara sistematis.Dengan memiliki kompetensi komunikasi dasar seperti public speaking, pelaku UMKM akan lebih mudah beradaptasi dengan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh peningkatan kompetensi public speaking terhadap kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk promosi bisnis secara berkelanjutan. Kedua, penting untuk mengkaji lebih dalam mengenai model pelatihan hybrid (daring dan luring) yang dapat mengukur efektivitas penguasaan keterampilan presentasi bisnis berbasis digital di kalangan pelaku UMKM dari berbagai latar belakang pendidikan. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang integrasi kemampuan public speaking dengan strategi konten media sosial untuk membentuk narasi merek yang persuasif, khususnya bagi UMKM sektor kuliner lokal di perkotaan, guna meningkatkan daya tarik konsumen dan investor. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi program pemberdayaan sebelumnya dengan pendekatan yang lebih teknis dan aplikatif sesuai perkembangan digital. Fokus pada aspek keberlanjutan, adaptasi teknologi, dan personalisasi pelatihan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang transformasi komunikasi digital pelaku UMKM. Dengan demikian, hasil penelitian dapat digunakan untuk menyusun modul pelatihan yang lebih relevan dan terukur. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara kombinasi diperlukan untuk menangkap dinamika pembelajaran dan implementasi di lapangan. Hal ini juga memungkinkan identifikasi hambatan struktural dan psikologis yang dihadapi pelaku UMKM. Selain itu, penting untuk melibatkan mitra lokal seperti dinas terkait dalam setiap tahapan penelitian guna memastikan keberlanjutan program. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan dalam waktu panjang untuk melihat dampak jangka menengah terhadap omzet dan jangkauan pasar. Semua ini akan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait perekonomian inklusif.

  1. Sage Reference - Encyclopedia of Communication Theory. sage reference encyclopedia theory skip main content... doi.org/10.4135/9781412959384Sage Reference Encyclopedia of Communication Theory sage reference encyclopedia theory skip main content doi 10 4135 9781412959384
Read online
File size151.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test