UNIPAUNIPA

JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIA

Tutupan lahan merupakan informasi yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti pertanian, pertambangan, kehutanan, dan lainnya. Perubahan tutupan lahan terjadi karena pertumbuhan penduduk yang semakin besar dan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga menyebabkan suatu wilayah dapat dikonversi menjadi bentuk lain untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik kebutuhan sandang, pangan, terutama lahan untuk pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Desa Mata Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 klasifikasi tutupan lahan, yaitu bangunan, sawah, vegetasi, semak belukar, tegalan, tubuh air, dan lahan terbuka. Berdasarkan hasil klasifikasi citra dengan menggunakan metode MLC, diperoleh tutupan lahan semak belukar sebesar 30% dan tegalan sebesar 3%. Uji akurasi antara analisis citra dan kondisi di lapangan memberikan hasil klasifikasi sebesar 96,6%.

Dari hasil analisis terhadap tutupan lahan di Desa Mata Air, terdapat tujuh klasifikasi tutupan, yaitu hutan, sawah, bangunan, semak belukar, tubuh air, tegalan, dan lahan terbuka.Tutupan lahan terbesar adalah semak belukar dengan luas 164,01 ha dan persentase 30%, diikuti oleh bentuk tutupan berupa sawah dengan luasan mencapai 157,15 ha atau 28%.Sementara, klasifikasi tutupan dengan intensitas terkecil adalah tegalan dengan luas mencapai 19,27 ha atau hanya 3%.Hasil uji lapangan terhadap tingkat keakurasi menunjukkan sedikit perbedaan dari hasil interpretasi dalam implementasi klasifikasi spektral warna kelas tutupan lahan, tetapi dapat diperbaiki dengan penyesuaian luasan dan persentase ulang.Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai pengaruh tutupan lahan terhadap keberadaan sumber mata air, penelitian mengenai analisis vegetasi di sekitar sumber mata air, serta identifikasi jenis Aves di Desa Mata Air.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada analisis lebih mendalam tentang pengaruh tutupan lahan terhadap sumber mata air di Desa Mata Air. Selain itu, studi tentang analisis vegetasi di sekitar sumber mata air juga dapat memberikan informasi berharga tentang ekosistem lokal. Identifikasi jenis Aves di desa tersebut juga dapat memberikan wawasan tentang keanekaragaman hayati dan hubungan antara tutupan lahan dengan kehidupan burung. Dengan menggabungkan ketiga aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif terhadap pemahaman tentang hubungan antara tutupan lahan, sumber daya air, dan keanekaragaman hayati di Desa Mata Air.

  1. Analisis Perubahan Penutupan Lahan di Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat | JURNAL KEHUTANAN... doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.428Analisis Perubahan Penutupan Lahan di Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat JURNAL KEHUTANAN doi 10 46703 jurnalpapuasia Vol9 Iss1 428
  2. Analisis Spasial Deforestasi Kawasan Hutan Lindung Arfak di Kabupaten Manokwari | JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA.... doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.434Analisis Spasial Deforestasi Kawasan Hutan Lindung Arfak di Kabupaten Manokwari JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA doi 10 46703 jurnalpapuasia Vol9 Iss1 434
Read online
File size649.21 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test