UNNARUNNAR

IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development)IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development)

Desertifikasi merupakan ancaman signifikan dan terus berkembang bagi wilayah kering di seluruh dunia, berdampak besar pada keanekaragaman hayati, mata pencaharian, dan ketahanan pangan. Wilayah-wilayah ini, yang meliputi sekitar 41% dari luas daratan bumi dan merupakan rumah bagi lebih dari 2 miliar orang, sangat rentan karena curah hujan yang rendah dan ekosistem yang rapuh. Desertifikasi, yang didorong oleh variasi iklim dan aktivitas manusia, menyebabkan degradasi lahan, penurunan produktivitas pertanian, memburuknya kualitas air, dan memperburuk kemiskinan. Sebagai tanggapan terhadap tantangan ini, Praktik Pengelolaan Lahan Berkelanjutan (SLM) telah muncul sebagai alat penting dalam memerangi desertifikasi dan memulihkan keseimbangan ekologis di wilayah kering. SLM mencakup berbagai strategi yang bertujuan untuk mengelola sumber daya lahan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesuburan tanah, menghemat air, dan mendukung sistem pertanian dan pastoral yang tangguh. Praktik-praktik ini tidak hanya mengurangi dampak buruk desertifikasi tetapi juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan dengan meningkatkan kesehatan ekosistem dan mendukung mata pencaharian lokal.

Praktik Pengelolaan Lahan Berkelanjutan (SLM) memainkan peran penting dalam memerangi desertifikasi dan mempromosikan ketahanan ekosistem kering.Dengan mengintegrasikan agroforestri, konservasi tanah dan air, pengelolaan padang rumput, dan praktik pemanenan air, pendekatan-pendekatan ini berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan mata pencaharian.Mengatasi tantangan adopsi SLM memerlukan upaya terkoordinasi dan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, termasuk mengatasi kendala keuangan, keterbatasan pengetahuan teknis, dukungan kebijakan yang tidak memadai, dan hambatan sosio-kultural.Dengan memanfaatkan strategi ini, para pemangku kepentingan dapat meningkatkan ketahanan ekosistem kering, mengurangi desertifikasi, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang rentan terhadap degradasi lingkungan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman kita tentang SLM dan meningkatkan efektivitasnya dalam memerangi desertifikasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari berbagai praktik SLM terhadap keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem di wilayah kering. Studi ini dapat menggunakan pendekatan pemantauan jangka panjang untuk menilai perubahan dalam komposisi spesies, struktur komunitas, dan proses ekologis penting. Kedua, penting untuk menyelidiki peran faktor sosial-ekonomi, seperti norma budaya, sistem kepemilikan lahan, dan akses ke sumber daya keuangan, dalam memengaruhi adopsi dan keberlanjutan praktik SLM. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara dan kelompok fokus, untuk memahami perspektif dan motivasi masyarakat lokal. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan teknologi dan pendekatan inovatif yang disesuaikan dengan kondisi spesifik wilayah kering. Ini dapat mencakup eksplorasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan penyuluhan dan dukungan kepada petani, atau pengembangan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan toleran terhadap salinitas. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, kita dapat lebih meningkatkan efektivitas SLM dalam membangun ketahanan terhadap desertifikasi dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di wilayah kering di seluruh dunia.

Read online
File size194.91 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test