IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pemberitaan di media massa, yakni Tempo.co, Kompas.com, CNN Indonesia, dan Detik.com. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan model Norman Fairclough, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media membingkai kebijakan tersebut dan dampaknya terhadap publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing media memberikan penekanan yang berbeda terhadap kebijakan ini. Tempo.co cenderung fokus pada sisi kebijakan dan posisi pemerintah, sementara Kompas.com dan CNN Indonesia memberikan ruang lebih untuk kritik dan reaksi dari pihak sekolah dan masyarakat. Detik.com lebih menekankan latar belakang dan dampak keputusan pencopotan kepala sekolah yang terkait dengan kebijakan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa media massa memiliki peran yang signifikan dalam membentuk opini publik dengan cara membingkai informasi secara selektif, sehingga mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan publik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran media dalam penyampaian informasi yang objektif dan berimbang guna membantu publik memahami isu-isu kebijakan dengan lebih mendalam.

Berdasarkan analisis wacana kritis terhadap berita-berita Tempo.com, dapat disimpulkan bahwa media massa memiliki peran penting dalam membentuk citra publik terkait kebijakan pendidikan, khususnya dalam konteks kebijakan pelarangan kegiatan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.Framing yang dibangun oleh media masing-masing menunjukkan perbedaan penekanan terhadap kebijakan tersebut, baik dari sisi kebijakan, dampak sosial, maupun reaksi yang ditimbulkan.co lebih menekankan pada sisi kebijakan dan posisi pemerintah, menggarisbawahi ketegasan Gubernur dalam menjalankan aturan untuk mengurangi beban biaya pendidikan bagi masyarakat.com dan CNN Indonesia memberikan ruang yang lebih besar untuk menyuarakan kritik dan keberatan dari pihak sekolah dan masyarakat terkait pelaksanaan kebijakan tersebut, terutama terkait dengan biaya yang dianggap memberatkan orang tua siswa.com mengungkapkan sudut pandang yang lebih mendalam mengenai latar belakang kebijakan dan keputusan yang diambil, serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat terhadap kepala sekolah yang dicopot.Semua media ini memberikan gambaran yang berbeda tentang pengaruh kebijakan gubernur, baik dalam konteks pengelolaan pendidikan di tingkat sekolah maupun reaksi dari para pemangku kepentingan terkait.Hasil analisis ini menunjukkan bahwa media memiliki peran signifikan dalam mempengaruhi opini publik, dengan cara mereka membingkai informasi yang disampaikan.Media massa tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen pembentuk makna yang dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap kebijakan publik.Dengan demikian, penting bagi media untuk menyajikan informasi yang berimbang dan kritis, agar publik dapat memperoleh pemahaman yang holistik terhadap isu-isu yang ada.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Melakukan studi komparatif terhadap pemberitaan media massa mengenai kebijakan pendidikan di berbagai daerah, untuk menganalisis bagaimana media membentuk opini publik dan pengaruhnya terhadap kebijakan pendidikan secara nasional.. . 2. Meneliti lebih dalam tentang peran media dalam membentuk narasi dan persepsi publik terhadap isu-isu kebijakan publik lainnya, seperti kesehatan, lingkungan, atau ekonomi, untuk memahami bagaimana media dapat mempengaruhi opini publik secara luas.. . 3. Menganalisis dampak framing media terhadap partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan kebijakan, terutama dalam konteks pendidikan, untuk memahami bagaimana media dapat mendorong atau menghambat keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.

Read online
File size389.05 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test