STIABENGKULUSTIABENGKULU
Jurnal Semarak MengabdiJurnal Semarak MengabdiPendidikan anak usia dini memegang fungsi penting dalam mendorong pertumbuhan komprehensif anak usia dini melalui kegiatan belajar yang terencana dan terorganisir dengan baik. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana pendidik anak usia dini di TK Negeri Pembina Giri Mulya menerapkan kompetensi profesional mereka untuk mendorong perkembangan kemampuan berbicara anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi kondisi nyata dalam lingkungan pendidikan. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara efektif menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti bercerita, percakapan, dan bernyanyi, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak. Pendekatan-pendekatan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan diri, ekspresi verbal, dan kemampuan berinteraksi sosial anak.
Berdasarkan hasil observasi langsung, wawancara dengan guru, serta telaah dokumen pembelajaran, diperoleh kesimpulan bahwa kompetensi guru sangat menentukan dalam menciptakan pembelajaran yang mendukung pengembangan bahasa anak usia dini secara optimal.Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi berfungsi lebih luas sebagai fasilitator perkembangan bahasa yang harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, dan responsif.Penerapan berbagai strategi seperti metode bercerita, bernyanyi, permainan bahasa, dialog interaktif, serta penggunaan media visual dan konkret, terbukti mampu meningkatkan keberanian anak dalam mengungkapkan gagasan secara lisan, memperluas kosakata, dan memperbaiki pelafalan mereka.Selain teknik pembelajaran yang digunakan, keberhasilan dalam menstimulasi keterampilan berbicara anak juga ditentukan oleh sikap guru yang hangat, penuh perhatian, serta mampu memberikan penguatan positif secara konsisten.Guru menunjukkan sensitivitas terhadap kebutuhan individu anak, baik dari segi tingkat perkembangan bahasa, maupun kesiapan emosional mereka untuk berkomunikasi.Dengan membangun relasi yang aman secara emosional, guru menciptakan ruang partisipatif bagi anak untuk aktif berbicara tanpa merasa takut salah atau dipermalukan.Temuan ini secara teoritis memperkuat gagasan Vygotsky mengenai pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan bahasa, di mana guru berperan sebagai scaffold yang membimbing anak melewati zona perkembangan proksimal.Prinsip behaviorisme Skinner juga terefleksi dalam bentuk penguatan positif yang diberikan guru saat anak mencoba berbicara.Demikian pula, pendekatan Piaget menunjukkan bahwa melalui kegiatan eksploratif dan penggunaan simbol dalam bahasa, anak mengembangkan fungsi kognitif mereka.Teori Gardner dan Bruner semakin mempertegas bahwa kompetensi guru dalam menciptakan konteks sosial dan pembelajaran yang bermakna dapat memfasilitasi pemerolehan bahasa secara lebih efisien dan menyenangkan.
Untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak, guru dapat menerapkan pendekatan yang lebih holistik. Selain mengajak anak berbicara secara langsung, guru juga dapat memberikan dorongan positif, seperti pujian dan penguatan lainnya, ketika anak mulai mencoba berbicara. Pendekatan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan mengurangi rasa malu dalam mengungkapkan ide dan perasaannya secara lisan. Selain itu, guru dapat mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran aktif, seperti bermain peran, bercerita, dan bernyanyi, untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, proses stimulasi kemampuan berbicara menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi anak. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak, seperti stimulasi bahasa di rumah, penggunaan perangkat elektronik, dan interaksi verbal dengan lingkungan sekitarnya. Guru dapat bekerja sama dengan orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa anak. Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak secara signifikan.
| File size | 472.47 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-3hV |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UMMUBAUMMUBA Data menunjukkan sekitar 35% siswa madrasah di Indonesia pernah mengalami berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, psikologis, maupun siber. MeskipunData menunjukkan sekitar 35% siswa madrasah di Indonesia pernah mengalami berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, psikologis, maupun siber. Meskipun
INSANINSAN 2) komponennya; a) tujuannya secara umum untuk menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. Secara khusus adalah:mengingatkan manusia dan menyadarkan2) komponennya; a) tujuannya secara umum untuk menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. Secara khusus adalah:mengingatkan manusia dan menyadarkan
INSANINSAN Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 16-21 tahun yang ada di Lingkungan VIII Sido Selamat, Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat, berjumlahPopulasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 16-21 tahun yang ada di Lingkungan VIII Sido Selamat, Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat, berjumlah
UAIUAI Tuntutan orang tua saat memasukkan anak ke dalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yangTuntutan orang tua saat memasukkan anak ke dalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yang
UAIUAI Permasalahan mitra yang belum pernah terpapar dengan Edukasi Konsumsi Pangan Halal, Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita StikerPermasalahan mitra yang belum pernah terpapar dengan Edukasi Konsumsi Pangan Halal, Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita Stiker
INSANINSAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan naskah Shahifah Madinah dalam hadis. Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kepustakaanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan naskah Shahifah Madinah dalam hadis. Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kepustakaan
INSANINSAN Hadis ini menekankan tanggung jawab orang tua dalam memberikan dan mengembangkan fitrah anak sejak lahir, dengan lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikanHadis ini menekankan tanggung jawab orang tua dalam memberikan dan mengembangkan fitrah anak sejak lahir, dengan lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan
INSANINSAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberi perlakuan pertama dengan pendekatan saintifik memiliki nilai rata-rata 14,83 berada pada klasifikasiHasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberi perlakuan pertama dengan pendekatan saintifik memiliki nilai rata-rata 14,83 berada pada klasifikasi
Useful /
SEMINAR IDSEMINAR ID Temuan ini menunjukkan bahwa ACO adalah pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas prediksi dalam aplikasi kesehatan. Matriks kebingunganTemuan ini menunjukkan bahwa ACO adalah pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas prediksi dalam aplikasi kesehatan. Matriks kebingungan
STIABENGKULUSTIABENGKULU Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kepemimpinan pedagogis di SMPN 20 Bengkulu Tengah diarahkan untuk mengembangkan kemampuanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kepemimpinan pedagogis di SMPN 20 Bengkulu Tengah diarahkan untuk mengembangkan kemampuan
UAIUAI Sosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe merupakan salah satu usaha pengembangan IRT tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang. Kegiatan iniSosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe merupakan salah satu usaha pengembangan IRT tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang. Kegiatan ini
UAIUAI Kegiatan ini berisikan Basic Learning, yang meliputi belajar Bahasa Arab dasar, kreasi origami, mewarnai sesuai cita-cita, dan kegiatan membaca, menulis,Kegiatan ini berisikan Basic Learning, yang meliputi belajar Bahasa Arab dasar, kreasi origami, mewarnai sesuai cita-cita, dan kegiatan membaca, menulis,