STIABENGKULUSTIABENGKULU

Jurnal Semarak MengabdiJurnal Semarak Mengabdi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kepemimpinan pedagogis di SMPN 20 Bengkulu Tengah diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa, sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui wawancara intensif, pengamatan langsung, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pedagogis menekankan pentingnya kolaborasi antar guru, penerapan Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada tugas proyek dan pemanfaatan perangkat digital dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar. Kepala sekolah berperan aktif dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru serta membangun budaya inovatif yang mendorong penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Disimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan pedagogis dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan visi pendidikan abad ke-21 yang melibatkan seluruh elemen sekolah secara aktif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pedagogis di SMPN 20 Bengkulu Tengah secara signifikan mengembangkan keterampilan abad ke-21, terutama berpikir kritis dan kreativitas siswa.Strategi yang diterapkan mencakup penguatan visi sekolah, pengembangan profesional guru, pembelajaran berbasis proyek, serta penyediaan sarana inovatif.Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator utama dalam membangun budaya pembelajaran yang mendorong refleksi, kreativitas, dan inovasi, yang esensial bagi transformasi pendidikan.

Untuk pengembangan lebih lanjut dari temuan penelitian ini, ada beberapa arah studi menarik yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat berguna untuk melakukan penelitian lanjutan yang bersifat kuantitatif atau menggunakan metode campuran guna mengukur secara lebih spesifik dampak jangka panjang dari kepemimpinan pedagogis terhadap peningkatan keterampilan abad ke-21 pada siswa, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, serta bagaimana hal ini berkorelasi dengan capaian akademik mereka. Studi ini dapat menggunakan desain penelitian longitudinal untuk melacak perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Kedua, mengingat adanya tantangan terkait ketersediaan perangkat teknologi dan literasi digital guru yang belum merata, penelitian di masa depan bisa fokus pada pengembangan, implementasi, dan evaluasi model pelatihan literasi digital yang dirancang khusus untuk para guru di lingkungan sekolah dengan sumber daya terbatas. Penting juga untuk meneliti efektivitas berbagai strategi kemitraan dengan pihak eksternal, seperti komunitas lokal atau pemerintah daerah, dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur digital. Ketiga, karena studi saat ini berfokus pada satu sekolah, akan bermanfaat untuk melakukan studi komparatif di beberapa sekolah dengan karakteristik yang beragam, misalnya sekolah di perkotaan versus pedesaan, atau sekolah dengan jenjang pendidikan yang berbeda. Ini bertujuan untuk memahami bagaimana kepemimpinan pedagogis diadaptasi dan diimplementasikan dalam berbagai konteks, serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mendukung atau menghambat keberhasilannya. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik kepemimpinan pedagogis yang paling efektif dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

  1. #anak usia#anak usia
  2. #keterampilan abad 21#keterampilan abad 21
Read online
File size558.29 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3hW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test