UAIUAI
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Mitra yang terlibat dalam kerja sama pengabdian masyarakat ini adalah Pemerintah Desa Pagelaran dengan sasaran kader posyandu, pondok pesantren, dan karang taruna. Pondok Pesantren Jamiyyatul Mubtadi Tsani dipilih karena kontribusinya dalam dunia pendidikan di Kabupaten Lebak. Solusi yang ditawarkan adalah pemberdayaan kelompok masyarakat terintegrasi yang melibatkan karang taruna, kader posyandu, serta santri dan santriwati pondok pesantren untuk mewujudkan desa sehat dan mandiri secara ekonomi. Pendekatan ini dipilih mengingat permasalahan lintas sektoral di bidang kesehatan, wirausaha, serta akses informasi gizi dan pangan halal. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan emo demo, pelatihan pengukuran status gizi, penyuluhan gizi dan kesehatan, penyuluhan standar produksi pangan halal dan thoyyib, serta pembuatan media edukasi berupa video. Program dilaksanakan selama delapan bulan dengan output berupa artikel jurnal dan publikasi media massa. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan ketiga kelompok sasaran. Seluruh peserta merespons secara positif sehingga kegiatan berjalan lancar. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan program di desa lain, perpanjangan waktu kegiatan, serta evaluasi keberlanjutan kapasitas kader posyandu dan status gizi santri.
Program pengabdian masyarakat di Desa Pagelaran melibatkan tiga kelompok edukasi.edukasi antropometri dan anemia untuk santri, edukasi halal untuk karang taruna dan UMKM, serta emo demo untuk kader posyandu.Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari ketiga kelompok sasaran.Seluruh peserta merespons secara positif dan responsif, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar.
Pertama, perlu dikaji efektivitas jangka panjang dari pelatihan emo demo terhadap perubahan perilaku kader posyandu dalam memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil dan menyusui di posyandu. Kedua, penting untuk mengevaluasi apakah penyuluhan pangan halal dan pembuatan media edukasi mampu meningkatkan minat pelaku UMKM di desa lain untuk mengajukan sertifikasi halal dan memperluas pemasaran produk mereka. Ketiga, perlu diteliti bagaimana integrasi antara kegiatan pengukuran antropometri secara berkala dengan sistem pemantauan kesehatan santri di pondok pesantren dapat mendukung pencegahan stunting dan anemia secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga sebaiknya menguji model pemberdayaan terpadu ini di desa-desa dengan karakteristik berbeda untuk melihat replicability-nya. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran santri sebagai agen perubahan kesehatan di masyarakat sekitar pondok pesantren. Penelitian lebih lanjut juga bisa mengeksplorasi pengaruh sosial media terhadap penyebaran informasi gizi dan produk halal di kalangan remaja dan pelaku usaha mikro. Model edukasi berbasis video yang dibuat bisa dikembangkan dalam versi yang lebih interaktif dan ditujukan untuk platform digital. Perlu pula dikaji pengaruh tambahan pelatihan keterampilan digital bagi karang taruna untuk memperkuat promosi produk UMKM. Evaluasi terhadap keberlanjutan program setelah pendampingan selesai juga menjadi penting untuk dipelajari. Terakhir, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk memastikan manfaat program terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
| File size | 659.28 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Yx |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
PELITAIBUPELITAIBU Usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun serta paritas 1 dan lebih besar dari atau sama dengan 4 memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadianUsia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun serta paritas 1 dan lebih besar dari atau sama dengan 4 memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian
PELITAIBUPELITAIBU 279 > 1, yang berarti preeklampsia merupakan faktor risiko untuk LBW 2 kali lebih besar dibandingkan persalinan tanpa preeklampsia. Berdasarkan hasil penelitian279 > 1, yang berarti preeklampsia merupakan faktor risiko untuk LBW 2 kali lebih besar dibandingkan persalinan tanpa preeklampsia. Berdasarkan hasil penelitian
PELITAIBUPELITAIBU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit UmumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum
PELITAIBUPELITAIBU 05). Temuan ini menunjukkan bahwa paritas tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko plasenta previa. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam05). Temuan ini menunjukkan bahwa paritas tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko plasenta previa. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam
UNTUNT Dengan akses yang mudah, konten interaktif, serta dukungan teknologi digital, eMAMA dapat memperkuat peran ibu dalam melakukan deteksi dini dan pencegahanDengan akses yang mudah, konten interaktif, serta dukungan teknologi digital, eMAMA dapat memperkuat peran ibu dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan
SINTHOPSINTHOP Digiseksualitas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi etika seksual Islam di era digital, karena memperkenalkan cara baru dalam memenuhi kebutuhanDigiseksualitas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi etika seksual Islam di era digital, karena memperkenalkan cara baru dalam memenuhi kebutuhan
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Stunting pada anak-anak adalah kegagalan pertumbuhan akibat penumpukan kekurangan gizi yang berlangsung dari kehamilan hingga 24 bulan. Banyak faktor menyebabkanStunting pada anak-anak adalah kegagalan pertumbuhan akibat penumpukan kekurangan gizi yang berlangsung dari kehamilan hingga 24 bulan. Banyak faktor menyebabkan
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi ibu hamil yang mengalami preeklamsia, dan sampel sebanyak 24 orang diambil dengan consecutivePenelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi ibu hamil yang mengalami preeklamsia, dan sampel sebanyak 24 orang diambil dengan consecutive
Useful /
PELITAIBUPELITAIBU Disarankan agar pemberi layanan kesehatan memberikan konseling tentang pentingnya ANC dan memperkuat dukungan sosial dari keluarga. Studi ini menemukanDisarankan agar pemberi layanan kesehatan memberikan konseling tentang pentingnya ANC dan memperkuat dukungan sosial dari keluarga. Studi ini menemukan
PELITAIBUPELITAIBU Hal ini menunjukkan pentingnya IMD dalam proses pemulihan rahim setelah melahirkan. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan pengetahuanHal ini menunjukkan pentingnya IMD dalam proses pemulihan rahim setelah melahirkan. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan pengetahuan
PELITAIBUPELITAIBU Hal ini mempertahankan pentingnya intervensi diseminasi pengetahuan mengenai dampak negatif dari pernikahan dini dan penguatan program pendidikan yangHal ini mempertahankan pentingnya intervensi diseminasi pengetahuan mengenai dampak negatif dari pernikahan dini dan penguatan program pendidikan yang
UAIUAI Tuntutan orang tua saat memasukkan anak ke dalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yangTuntutan orang tua saat memasukkan anak ke dalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yang