AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Peningkatan mutu guru merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, terlebih dalam konteks kebijakan Merdeka Belajar yang menempatkan guru sebagai penggerak perubahan. Salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah Program Guru Penggerak, yang bertujuan menciptakan pemimpin pembelajaran berdaya ubah dan kolaboratif. Namun demikian, sejauh mana program ini benar-benar menjawab kebutuhan peningkatan mutu guru di tingkat satuan pendidikan belum banyak dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Program Guru Penggerak di SMPN 42 Pekanbaru melalui pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Guru Penggerak (PGP) di SMPN 42 Pekanbaru telah menunjukkan efektivitas yang cukup signifikan dalam meningkatkan mutu guru, baik dari segi penguatan kapasitas individu maupun perubahan budaya kerja di sekolah.Pelaksanaan program ini mampu mendorong guru menjadi lebih reflektif, kreatif, dan kolaboratif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.Kesesuaian antara kebutuhan sekolah, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program.Namun demikian, efektivitas program belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan pada aspek sarana prasarana digital, keterbatasan monitoring eksternal, dan kurangnya sistem pengimbasan yang terstruktur.Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan sekolah dan dukungan dari pemangku kebijakan eksternal agar dampak program dapat menyebar secara kolektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran strategis ke depan adalah: pertama, sekolah perlu membangun sistem dokumentasi dan replikasi praktik baik sebagai bagian dari pengimbasan internal; kedua, perlu adanya penguatan peran dinas pendidikan dalam pendampingan dan monitoring program secara berkala; ketiga, guru penggerak didorong untuk menjadi mentor aktif dalam komunitas belajar guru dan menjadi penghubung antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di sekolah; terakhir, peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan yang mengevaluasi pengimbasan program ini pada tingkat jaringan sekolah atau antar wilayah untuk melihat efek sistemik dari kebijakan Merdeka Belajar secara lebih luas.

Read online
File size203.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test