ARDENJAYAARDENJAYA

Arus Jurnal Psikologi dan PendidikanArus Jurnal Psikologi dan Pendidikan

Ketahanan siswa dalam menghadapi tekanan akademik atau disebut dengan resiliensi akademik, menjadi faktor penting yang perlu dimiliki khususnya oleh para siswa pada jenjang SMA. Fokus dari penelitian ini adalah melihat pengaruh grit terhadap resiliensi akademik pada siswa SMA di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan melibatkan 105 siswa dari berbagai SMA di wilayah Jakarta sebagai responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Grit Scale dari Duckworth (2007) dan Academic Resilience Scale dari Cassidy (2016). Penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil yang diperolah menunjukkan bahwa grit berpengaruh secara signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi < 0.0001 dan F = 14.066. Nilai R² sebesar 0.120 mengindikasikan bahwa grit memiliki kontribusi sebesar 12% terhadap variasi resilienasi akademik, sedangkan 88% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Artinya, siswa dengan yang memiliki tingkat grit lebih tinggi cenderung juga memiliki kemampuan bertahan dan bangkit dalam tekanan akademik yang lebih baik. Temuan ini menguatkan pentingnya penanaman karakter gigih dan konsisten dalam pendidikan agar siswa mampu bertahan secara emosional dan kognitif dalam proses belajar.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara grit terhadap resiliensi akademik pada siswa SMA di Jakarta.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat grit yang dimiliki seorang siswa, maka semakin besar kemampuannya untuk bertahan, bangkit, dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan, tantangan, serta kesulitan akademik.Temuan ini menegaskan bahwa grit merupakan salah satu faktor kunci yang perlu untuk dikembangkan pada siswa SMA.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan sampel ke wilayah geografis dan kultural yang lebih beragam untuk meningkatkan generalisasi temuan. Kedua, penting untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap resiliensi akademik, mengingat bahwa grit hanya menjelaskan 12% dari variasi tersebut, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena ini. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri perkembangan grit dan resiliensi akademik siswa dari waktu ke waktu, serta untuk mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kedua konstruk tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana siswa dapat mengembangkan ketangguhan mental dan emosional dalam menghadapi tantangan akademik, serta bagaimana sekolah dan pendidik dapat berperan dalam memfasilitasi proses tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan strategi pendidikan yang lebih efektif dalam mempersiapkan siswa untuk sukses di masa depan.

Read online
File size278.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test