STTPBSTTPB

KURIOSKURIOS

Artikel ini mengkonstruksi teologi publik Kristen tentang kerukunan dengan menggunakan Mazmur 133 sebagai paradigma teologis untuk memahami nilai budaya Indonesia dalam kerangka alkitabiah. Meskipun rukun Indonesia telah dikritik sebagai sikap menghindari konflik yang melanggengkan ketidakadilan struktural, penelitian ini berargumen untuk rekonstruksi teologis yang mengambil kembali potensi generatifnya sebagai kebajikan publik. Melalui eksegesis historis-kritis terhadap Mazmur 133, analisis antropologis-teologis terhadap konsep rukun, dan metodologi teologi komparatif yang menempatkan keduanya dalam korelasi kritis, artikel ini menunjukkan bagaimana visi kesatuan (yachad) sang pemazmur menyediakan fondasi biblis-teologis untuk kerukunan yang melampaui toleransi pasif. Analisis mengungkapkan bahwa rukun autentik, yang diinformasikan oleh dimensi perjanjian dan eskatologis Mazmur 133, berfungsi sebagai pembangunan perdamaian aktif yang menghormati kesatuan dan keadilan sekaligus. Artikel ini berkontribusi pada teologi kontekstual dengan mendemonstrasikan bagaimana nilai-nilai budaya indigenous, ketika diapropriasi secara kritis melalui hermeneutika biblika, dapat memperkaya kesaksian Kristen lokal dan diskursus teologis internasional.

Kerukunan sebagai kebajikan publik Kristen memerlukan rekonstruksi teologis yang mengintegrasikan dimensi perjanjian dan eskatologis Mazmur 133.Rukun autentik tidak hanya menghindari konflik tetapi aktif membangun perdamaian yang menghormati keadilan.Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan kritis terhadap nilai budaya untuk memperkaya teologi kontekstual.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan teologi kerukunan dalam konteks masyarakat pluralistik yang lebih luas, dengan fokus pada bagaimana prinsip kesatuan dalam Mazmur 133 dapat diadaptasi untuk mengatasi ketegangan antaragama. Selain itu, studi tentang dampak metodologi teologi komparatif terhadap pemahaman budaya lokal terhadap teks Alkitab dapat dikembangkan untuk memperkaya pendekatan hermeneutika. Terakhir, penelitian tentang hubungan antara kerukunan sebagai kebajikan publik dan keadilan struktural di Indonesia dapat memberikan wawasan baru untuk memperkuat konsensus antaragama dalam masyarakat yang heterogen.

Read online
File size395.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test