UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumPenelitian ini mengembangkan model hukum kepenjaraan ideal untuk sistem pemasyarakatan Indonesia melalui analisis komparatif dengan kerangka hukum lain. Studi ini mengkaji sistem di Afrika Selatan, Thailand, Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, dan Brasil menggunakan penelitian hukum normatif doktrinal dan analisis hukum komparatif. Sumber-sumber utama meliputi dokumen hukum, undang-undang, legislasi relevan, dan literatur ilmiah. Temuan-temuan mengungkapkan komponen-komponen kunci dari sistem kerangka kepenjaraan yang ideal: pendekatan rehabilitatif yang menyelaraskan hukuman dengan rehabilitasi; ketentuan untuk penilaian dan perawatan individual; sistem penanganan keluhan yang disiplin dan transparan; dukungan legislatif untuk program pendidikan dan kejuruan; serta kebijakan untuk reintegrasi komunitas. Kontribusi penting dari negara lain meliputi sistem rehabilitasi Jepang, pendekatan pemidanaan alternatif Belanda, program pelatihan kejuruan Jerman, sistem pembebasan bersyarat Prancis, inisiatif keadilan restoratif Afrika Selatan, dan upaya koneksi keluarga Thailand. Strategi pemidanaan dan rehabilitasi fleksibel Brasil untuk mengatasi kelebihan kapasitas semakin memperkaya model ini. Penelitian ini mengusulkan kerangka hukum kepenjaraan komprehensif yang menekankan pluralisme hukum, fleksibilitas situasional, mandat regulasi yang kuat, dan keseimbangan antara keamanan serta perlakuan manusiawi. Model ini dirancang tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga menawarkan referensi berharga bagi negara lain, berlandaskan penelitian empiris tentang koreksi dan residivisme, serta mematuhi standar hak asasi manusia internasional untuk perlakuan tahanan.
Kajian model penahanan dari berbagai negara menunjukkan bahwa efisiensi dan hasil bervariasi, dengan pendekatan hukuman berlebih di AS dan masalah kepadatan di Brasil kontras dengan model rehabilitasi di Norwegia dan Belanda.Sistem penjara Indonesia saat ini ditandai oleh kepadatan lebih dari 200%, layanan rehabilitasi yang tidak memadai, dan reintegrasi sosial purnatahanan yang lemah, meskipun hak rehabilitasi diakui secara hukum.Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia memerlukan reformasi sistem kepenjaraan dengan mengadopsi praktik terbaik dari Norwegia dan Belanda, memperkuat upaya rehabilitasi, menerapkan alternatif non-penahanan, serta meningkatkan layanan pembebasan bersyarat untuk mencapai keadilan sosial dan mengurangi residivisme.
Melihat kompleksitas permasalahan sistem pemasyarakatan di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat menginformasikan agenda reformasi yang berkelanjutan. Pertama, diperlukan studi mendalam mengenai desain dan implementasi model pemidanaan alternatif berbasis komunitas yang spesifik untuk konteks Indonesia. Bagaimana bentuk-bentuk hukuman non-penahanan, seperti program layanan sosial terstruktur atau mediasi korban-pelaku yang diperluas, dapat dirumuskan secara efektif guna mengurangi kepadatan penjara, menekan angka residivisme, dan selaras dengan nilai-nilai budaya serta kapasitas hukum dan sosial yang ada? Penelitian ini dapat mengevaluasi keberhasilan implementasi di berbagai daerah dengan karakteristik berbeda. Kedua, menyusul rekomendasi pembentukan Komisi Nasional Pengawasan Pemasyarakatan yang independen, perlu dikaji secara komprehensif struktur kelembagaan, mekanisme operasional, dan parameter keberhasilan badan pengawas tersebut. Bagaimana model pengawasan independen ala Uni Eropa dapat disesuaikan untuk mengatasi tantangan spesifik di Indonesia, seperti isu korupsi dan standar fasilitas yang bervariasi, serta bagaimana pengaruhnya terhadap transparansi dan akuntabilitas sistem pemasyarakatan secara keseluruhan? Terakhir, menimbang keberhasilan Norwegia dan tantangan Brasil dalam model penjara terbuka/semi-terbuka, penelitian perlu menganalisis kelayakan dan tantangan adaptasi model serupa di Indonesia. Ini melibatkan penyelidikan mendalam tentang bagaimana sistem tersebut dapat diimplementasikan dengan mekanisme pengawasan eksternal yang kuat, partisipasi komunitas yang terintegrasi, dan program rehabilitasi yang efektif, untuk menyeimbangkan tujuan rehabilitasi dengan kebutuhan keamanan dan ketersediaan sumber daya di Indonesia.
- "RESTRICTIONS OF THE RIGHTS OF FREEDOM OF RELIGIONS: COMPARISON OF LAW " by A. A. A. Nanda... doi.org/10.15742/ilrev.v8n3.510RESTRICTIONS OF THE RIGHTS OF FREEDOM OF RELIGIONS COMPARISON OF LAW by A A A Nanda doi 10 15742 ilrev v8n3 510
- Vol 12, No 1 (2024). bestuur https v12i1 table contents articles regulation impact foreign ownership... doi.org/10.20961/bestuur.v12i1Vol 12 No 1 2024 bestuur https v12i1 table contents articles regulation impact foreign ownership doi 10 20961 bestuur v12i1
- The enforcement of restorative justice in Indonesia criminal law | Legality : Jurnal Ilmiah Hukum. enforcement... doi.org/10.22219/ljih.v28i1.10680The enforcement of restorative justice in Indonesia criminal law Legality Jurnal Ilmiah Hukum enforcement doi 10 22219 ljih v28i1 10680
| File size | 435.72 KB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
IJBLEIJBLE Artikel ini menganalisis konstruksi hukum ecocide di Indonesia menggunakan teori Prinsip Kehati-hatian sebagai pisau analitis untuk mengeksplorasi apakahArtikel ini menganalisis konstruksi hukum ecocide di Indonesia menggunakan teori Prinsip Kehati-hatian sebagai pisau analitis untuk mengeksplorasi apakah
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang subjek penelitiannya adalah 1 orang guru mata pelajaran bahasa indonesia dan 34 orang siswa, danPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang subjek penelitiannya adalah 1 orang guru mata pelajaran bahasa indonesia dan 34 orang siswa, dan
STAI AL-FURQANSTAI AL-FURQAN Model 5E mendorong pembelajaran aktif dan kooperatif, membantu siswa tetap terlibat, mengeksplorasi ide, memahami konsep, meningkatkan keterampilan mereka,Model 5E mendorong pembelajaran aktif dan kooperatif, membantu siswa tetap terlibat, mengeksplorasi ide, memahami konsep, meningkatkan keterampilan mereka,
UMMUMM Data collection techniques include interviews with lecturers and the head of study programs, observation of learning activities, documentation of RPS,Data collection techniques include interviews with lecturers and the head of study programs, observation of learning activities, documentation of RPS,
IJBLEIJBLE Desain penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan cross-sectional. Analisis fokus pada pengukuran sejauh mana variabel independen mempengaruhiDesain penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan cross-sectional. Analisis fokus pada pengukuran sejauh mana variabel independen mempengaruhi
AFEKSIAFEKSI Dengan uji t diperoleh thitung > ttabel (2,723 > 2,000) pada taraf signifikan α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TeamDengan uji t diperoleh thitung > ttabel (2,723 > 2,000) pada taraf signifikan α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Team
MANDALANURSAMANDALANURSA Model ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama. Hasil penelitianModel ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama. Hasil penelitian
IAINAMBONIAINAMBON Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaituPendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu
Useful /
STIEBANKBPDJATENGSTIEBANKBPDJATENG Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 29. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui adanya perbedaan yang signifikanAnalisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 29. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui adanya perbedaan yang signifikan
AFEKSIAFEKSI Dua kelas X, X-E1 sebagai kelas eksperimen dan X-E3 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa, menjadi sampel penelitian. Tes pilihan gandaDua kelas X, X-E1 sebagai kelas eksperimen dan X-E3 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa, menjadi sampel penelitian. Tes pilihan ganda
AFEKSIAFEKSI Strategi visual dan demonstrasi sangat efektif dalam membantu siswa tunarungu memahami instruksi. Kesimpulannya, guru PJOK di SLB Negeri Pembina, AcehStrategi visual dan demonstrasi sangat efektif dalam membantu siswa tunarungu memahami instruksi. Kesimpulannya, guru PJOK di SLB Negeri Pembina, Aceh
IAINAMBONIAINAMBON Pendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnyaPendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnya