AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Penelitian ini didasari oleh kesenjangan antara kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk siswa umum dengan kebutuhan khusus tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh. Implementasi materi visual masih terbatas, terutama karena sumber daya dan pelatihan guru yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru PJOK di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PJOK menerapkan strategi berbasis permainan sederhana, bahasa isyarat, alat bantu visual, dan pendekatan individual. Strategi visual dan demonstrasi sangat efektif dalam membantu siswa tunarungu memahami instruksi. Kesimpulannya, guru PJOK di SLB Negeri Pembina, Aceh telah menerapkan strategi pembelajaran adaptif dengan menggunakan visual, video, dan aktivitas fisik yang dimodifikasi, serta mengatasi tantangan komunikasi dengan bahasa isyarat, ekspresi wajah, dan alat bantu visual, sekaligus menumbuhkan motivasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran PJOK yang adaptif, berbasis visual, dan berorientasi pada aspek afektif sangat efektif untuk siswa tunarungu di SLB.Guru yang mengintegrasikan demonstrasi gerakan sederhana, media visual, bahasa isyarat, serta kegiatan kolaboratif dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kepercayaan diri siswa.Berdasarkan simpulan tersebut, peneliti merekomendasikan pendirian program pelatihan berkelanjutan terintegrasi yang menggabungkan modul bahasa isyarat, penggunaan media visual, serta strategi pembelajaran afektif.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran PJOK inklusif yang lebih komprehensif, yang secara spesifik dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa tunarungu di berbagai tingkatan kelas dan tingkat kemampuan. Kedua, penelitian dapat berfokus pada efektivitas penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif atau video pembelajaran berbasis bahasa isyarat, dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa tunarungu dalam pembelajaran PJOK. Ketiga, studi mendalam mengenai peran dan dampak pelatihan guru dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar PJOK adaptif bagi siswa tunarungu perlu dilakukan, termasuk identifikasi kebutuhan pelatihan spesifik dan pengembangan program pelatihan yang relevan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan jasmani bagi siswa tunarungu di Indonesia, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua peserta didik.

Read online
File size188.29 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test