STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahAL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Penelitian ini membahas pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi Lembaga pendidikan Islam di era digital. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media dakwah, branding, dan pembinaan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada lembaga pendidikan Islam yang aktif menggunakan Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai media visual untuk memperkuat citra lembaga, Facebook digunakan sebagai ruang komunitas dan publikasi formal, sedangkan WhatsApp berfungsi sebagai sarana komunikasi cepat dan personal. Konten yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, keagamaan, prestasi santri, serta motivasi Islami. Respons pengikut menunjukkan interaksi yang cukup tinggi melalui likes, komentar, dan share, yang menandakan adanya kedekatan emosional antara lembaga dan masyarakat. Namun, tantangan yang muncul adalah konsistensi publikasi, kualitas konten, serta pengelolaan komentar negatif.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan media sosial memiliki peran strategis sebagai sarana publikasi lembaga pendidikan Islam di era digital.Instagram, Facebook, dan WhatsApp menjadi platform utama yang digunakan karena masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi.Instagram efektif dalam memperkuat citra melalui konten visual, Facebook berfungsi sebagai ruang komunitas dan publikasi formal, sedangkan WhatsApp digunakan untuk komunikasi cepat dan personal.Konten yang dipublikasikan mencakup kegiatan akademik, keagamaan, prestasi santri, serta motivasi Islami.Publikasi ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.Respons followers menunjukkan tingkat interaksi yang tinggi melalui likes, komentar, dan share, yang menandakan keberhasilan lembaga dalam membangun engagement.Namun, penelitian juga menyoroti sejumlah tantangan, yaitu konsistensi publikasi, kualitas konten, pengelolaan komentar negatif, serta minimnya evaluasi berbasis data analitik.Oleh karena itu, pengelolaan media sosial harus dilakukan secara profesional, terstruktur, dan sesuai dengan visi-misi lembaga agar publikasi tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik, membangun citra positif, serta memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan Islam.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan media sosial, lembaga pendidikan Islam dapat mempertimbangkan beberapa saran berikut. Pertama, perlu adanya perencanaan konten yang terstruktur dan konsisten, misalnya dengan menggunakan kalender publikasi. Kedua, meningkatkan kualitas visual dan interaktif dari setiap publikasi agar lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan audiens. Ketiga, memastikan konten yang dipublikasikan selaras dengan visi dan misi lembaga. Selain itu, penting untuk membekali pengelola media sosial dengan keterampilan desain grafis, copywriting, dan etika komunikasi Islami agar interaksi dengan audiens, termasuk komentar negatif, dapat ditangani secara bijak. Terakhir, evaluasi berbasis data analitik media sosial perlu dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas strategi publikasi dan memastikan media sosial menjadi sarana dakwah, branding, dan komunikasi publik yang efektif.

  1. Login. 0 e-jurnal.stiebii.ac.id/index.php/edb/article/view/292Login 0 e jurnal stiebii ac index php edb article view 292
  2. Instagram sebagai Media Pembelajaran Digital Agama Islam di Era 4.0 | Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan... pasca.jurnalikhac.ac.id/index.php/munaddhomah/article/view/250Instagram sebagai Media Pembelajaran Digital Agama Islam di Era 4 0 Munaddhomah Jurnal Manajemen Pendidikan pasca jurnalikhac ac index php munaddhomah article view 250
Read online
File size273.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test