UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Aksi-aksi radikalisme semakin massif dilakukan dengan melibatkan generasi muda. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua memiliki model pembelajaran yang sangat dipercaya oleh masyarakat. Pesantren diharapkan dapat menjadi benteng penangkal paham fundamentalis melalui pembelajaran multikultural yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pembelajaran multikultural di pesantren dan dampaknya pada santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil fokus penelitian pada pesantren Darussalam, Sengon Kabupaten Jombang. Pengambilan data penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terlibat dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari pimpinan pesantren (Kyai), ustadz dan santri. Validitas hasil penelitian dilakukan melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesantren Darusalam Jombang telah menerapkan prinsip pembelajaran multikultural yang meliputi: content integration, The knowledge construction process, Equity Pedagogy, Prejudice reduction. Selain itu dampak pembelajaran tersebut membuat santri mampu memahami perbedaan, toleransi, dan keberagaman sehingga mampu membentengi diri dari paham fundamentalis.

Pesantren Darussalam Sengon Jombang telah menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran multikultural.Praktek pembelajaran ini ditransformasikan oleh ustadz maupun pengasuh pesantren melalui aktivitas-aktivitas di dalam pesantren maupun di luar pesantren.Meskipun pada dasarnya pesantren Darussalam belum memiliki kurikulum yang bernuansa multikultural tetapi kegiatan belajar dan mengajar santri atau siswa telah sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran multikultural.Ustadz dan pimpinan pesantren membatasi ayat-ayat Al Quran yang wajib diajarkan kepada santri terutama yang terkait dengan jihat.Pimpinan pesantren telah memilih ayat-ayat yang disesuaikan dengan pemahaman santri, ayat-ayat ini lebih mendorong santri untuk memahami makna jihat dalam belajar atau menuntut ilmu.Selain itu pada kelas-kelas tertentu pimpinan pesantren mengajarkan santri tentang ayat-ayat yang terkait dengan pernikahan.Pimpinan pesantren mengajarkan langsung ayat-ayat yang wajib diketahui oleh santri.Pemahaman dan hafalan dari santri selalu dinilai dengan rutin untuk mematikan pemahaman dan hafalan telah dilakukan dengan benar.Pembelajaran multikultural yang dilakukan pesantren Darussalam Sengon Jombang, baik melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah formal, melalui kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah dan melalui pengajian-pengajian kitab kuning serta melalui contoh tindakan nyata yang dilakukan oleh para guru dan Kyai.Terbukti berhasil menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya menghormati antara umat beragama pada para santri maupun siswa.Para santri dan siswa tidak setuju dengan aksi-aksi radikalisme yang menamakan agama.Model pembelajaran yang diterapkan di pesantren Darussalam Sengon Jombang telah terbukti berhasil memberikan pemahaman kepada santri tentang pentingnya toleransi antar umat beragama.Disarankan agar pesantren yang ada di Indonesia melakukan proses pembelajaran multikultural yang sama.Hal ini penting dilakukan sebagai upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan remaja.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pesantren di Indonesia menerapkan model pembelajaran multikultural yang serupa dengan pesantren Darussalam Sengon Jombang. Model ini terbukti efektif dalam menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya toleransi antar umat beragama dan mencegah radikalisme di kalangan remaja. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemilihan ayat-ayat Al Quran yang diajarkan kepada santri, terutama yang terkait dengan jihad. Pimpinan pesantren perlu memilih ayat-ayat yang sesuai dengan pemahaman santri dan mendorong mereka untuk memahami makna jihad dalam belajar dan menuntut ilmu. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak dari model pembelajaran multikultural ini terhadap pemahaman santri tentang konsep jihad yang benar dan bertanggung jawab. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana model pembelajaran multikultural ini dapat diterapkan di pesantren-pesantren lain di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks dan budaya di setiap daerah. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran multikultural dalam mencegah radikalisme di kalangan remaja, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi model ini.

Read online
File size400.91 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test