JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Dalam pembelajaran (IPA), pengembangan kompetensi berpikir tingkat tinggi sangat penting untuk memenuhi tuntutan kompetensi di abad ke-21. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, pembelajaran masih dominan berpusat pada guru dan berlangsung satu arah, sehingga kompetensi siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana integrasi model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel dari berbagai jurnal yang terbit antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi antara PBL dan STEAM efektif meningkatkan hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Selain itu, integrasi ini juga memperkuat kemampuan kreativitas, kerja sama, komunikasi, serta pemecahan masalah (4C skills). Dengan demikian, integrasi PBL–STEAM memiliki dampak positif terhadap pembelajaran IPA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM berhasil meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep siswa.Pendekatan ini juga membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta kemampuan memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA.Temuan ini menunjukkan bahwa PBL–STEAM adalah pendekatan pengajaran yang sesuai dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan kompetensi abad ke-21, serta mendukung penerapan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Berdasarkan kajian literatur ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh integrasi PBL-STEAM terhadap motivasi belajar siswa secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar, minat, dan latar belakang sosial-ekonomi. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas integrasi PBL-STEAM dengan model pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis inkuiri, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing pendekatan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan perangkat pembelajaran PBL-STEAM yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa dengan karakteristik khusus, seperti siswa berkebutuhan khusus atau siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Dengan demikian, implementasi PBL-STEAM dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil belajar yang lebih merata dan inklusif.

  1. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terintegrasi STEAM terhadap Literasi Sains Siswa pada... doi.org/10.36312/biocaster.v5i4.629Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terintegrasi STEAM terhadap Literasi Sains Siswa pada doi 10 36312 biocaster v5i4 629
  2. PRISMA 2020 explanation and elaboration: updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews... doi.org/10.1136/bmj.n160PRISMA 2020 explanation and elaboration updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews doi 10 1136 bmj n160
  3. Project- Based Learning and Problem-Based Learning: Are They Effective to Improve Student’s Thinking... doi.org/10.15294/jpii.v6i2.11100Project Based Learning and Problem Based Learning Are They Effective to Improve StudentAos Thinking doi 10 15294 jpii v6i2 11100
Read online
File size330.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test