DAARULHUDADAARULHUDA

Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)

Kasus meninggalnya Timothy Anugerah, mahasiswa Universitas Udayana, memunculkan perhatian luas dari masyarakat, media, dan lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa tersebut dari perspektif sosial, etika, hukum, dan hak asasi manusia, serta menyoroti peran institusi kampus dan masyarakat dalam mencegah kasus serupa. Pada kasus Timothy ini tidak ditemukan bukti kuat perundungan semasa hidup. Namun, muncul fenomena perundungan pasca kematian yang menimbulkan luka psikologis tambahan bagi keluarga. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya empati, etika sosial, dan perlindungan hak asasi mahasiswa, termasuk hak untuk hidup aman, tenang, dan bebas dari intimidasi. Selain itu, kasus ini menegaskan tanggung jawab kampus dalam menyediakan lingkungan akademik yang mendukung kesejahteraan mental, transparansi, dan sistem pendampingan psikologis.

Kasus meninggalnya Timothy Anugrah Saputra menunjukkan bahwa lingkungan kampus tidak hanya berperan sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan psikologis dan sosial mahasiswa.Tragedi ini mengingatkan semua pihak bahwa tekanan akademik, dinamika sosial, dan interaksi antar mahasiswa dapat berdampak serius apabila tidak diantisipasi secara tepat.Kesejahteraan mental mahasiswa harus menjadi perhatian utama agar kampus tetap menjadi ruang aman dan mendukung perkembangan pribadi.Dari perspektif sosial, fenomena dugaan perundungan yang muncul bahkan setelah kematian Timothy menegaskan bahwa empati dan kesadaran moral di lingkungan akademik masih perlu diperkuat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas program pendidikan empati dalam mengurangi perundungan di lingkungan kampus. Selain itu, penting untuk mengkaji peran teknologi digital dalam memfasilitasi pelaporan perundungan secara anonim dan aman. Terakhir, penelitian juga perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang dari perundungan pasca kematian korban terhadap keluarga dan komunitas akademik.

  1. The phenomenon of bullying behaviour as a form of juvenile delinquency in SMK TI Pembangunan Cimahi... doi.org/10.31595/lindayasos.v6i1.1177The phenomenon of bullying behaviour as a form of juvenile delinquency in SMK TI PembangunanACimahi doi 10 31595 lindayasos v6i1 1177
Read online
File size305.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test