AKMICIREBONAKMICIREBON

Jurnal Sains Teknologi Transportasi MaritimJurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim

Di perairan Banten, masih banyak kapal perikanan yang seharusnya memiliki sertifikat tetapi tidak memiliki sertifikat dan telah melakukan kegiatan pelayaran, kegiatan pelayaran yang dilakukan ilegal karena tidak memiliki izin berlayar. Untuk mendapatkan izin berlayar, pemilik kapal harus memiliki sertifikat kapal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan inspeksi kapal oleh inspektur kelautan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, untuk mengetahui penyebab kapal yang tidak memiliki sertifikat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta metode wawancara untuk memperoleh data primer melalui pertanyaan dan jawaban langsung dengan karyawan KSOP, dan menggunakan data sekunder berupa SOP Inspeksi Kapal dan Studi Literatur. Dengan meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya sertifikasi kapal kepada pemilik kapal melalui seminar, pelatihan, atau sosialisasi, KSOP juga dapat memperluas layanan informasi melalui situs web dan pusat panggilan untuk memudahkan pemilik kapal dalam proses sertifikasi.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten memainkan peran penting dalam pengawasan, penegakan hukum, koordinasi pemerintah, dan pengendalian kegiatan di pelabuhan komersial.Salah satu bidangnya, Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, bertanggung jawab untuk memeriksa, menguji, dan mensertifikasi kelayakan laut, keselamatan, pencegahan polusi, dan status hukum kapal sesuai dengan SOP yang diatur dalam UU No.17 Tahun 2008, MARPOL 73/78 dan SOLAS 1914.Ditemukan kapal di salah satu pelabuhan perikanan di Banten yang seharusnya memiliki sertifikat kelayakan laut tetapi tidak memilikinya karena kesulitan dalam melengkapi persyaratan administrasi dan biaya agen yang tinggi.Hal ini menyebabkan pelayaran menjadi ilegal karena kapal tidak memiliki izin berlayar.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi kapal kepada para pemilik kapal. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, atau sosialisasi langsung. Selain itu, KSOP dapat memperluas layanan informasi melalui platform digital seperti website dan call center, sehingga memudahkan pemilik kapal dalam mengakses informasi dan menyelesaikan proses sertifikasi. Lebih lanjut, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model kemitraan antara pemilik kapal, perusahaan perikanan, dan pemerintah untuk memfasilitasi proses sertifikasi kapal. Pertimbangkan pula studi tentang efektivitas penggunaan teknologi digital dalam proses inspeksi dan sertifikasi kapal, termasuk potensi penerapan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan spesifik yang dihadapi oleh pemilik kapal kecil dalam proses sertifikasi, serta merumuskan solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi hambatan tersebut.

  1. Implementation Of Ship Certification Inspection By KSOP Class I Banten | Jurnal Sains Teknologi Transportasi... jurnal.akmicirebon.ac.id/index.php/akmi/article/view/88Implementation Of Ship Certification Inspection By KSOP Class I Banten Jurnal Sains Teknologi Transportasi jurnal akmicirebon ac index php akmi article view 88
Read online
File size356.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test