DAARULHUDADAARULHUDA

Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)

Abstrak: Penelitian ini menganalisis penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dalam pengungkapan perkara tindak pidana pembunuhan pada tingkat penyidikan sebagaimana Putusan Nomor 425/Pid.B/2024/PN Mgl. Kasus ini menghadapi kendala minimnya saksi dan barang bukti sehingga penyidikan konvensional sulit dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif yang didukung pendekatan empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan penyidik dan dosen, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCI dilakukan melalui identifikasi, kedokteran forensik, dan laboratorium forensik. Kedokteran forensik melalui visum et repertum dan forensik melalui pemeriksaan DNA memiliki kekuatan labolatorium pengungkapan yang signifikan dalam menghubungkan pelaku dengan korban. Namun, penerapan SCI masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan fasilitas forensik, kurangnya sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga tempat kejadian perkara.

SCI berperan penting dalam mengungkap pembunuhan dengan bukti terbatas.Metode ini menggunakan identifikasi forensik, kedokteran forensik, dan laboratorium forensik.Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya dan kesadaran masyarakat.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak ketersediaan laboratorium DNA terhadap efisiensi penyidikan kasus pembunuhan. 2. Studi tentang efektivitas kampanye kesadaran masyarakat dalam menjaga TKP untuk meningkatkan kualitas bukti forensik. 3. Analisis peran koordinasi antarlembaga dalam mempercepat proses penyidikan berbasis ilmu forensik, terutama dalam kasus dengan bukti minim.

Read online
File size318.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test