DAARULHUDADAARULHUDA

Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)

Dampak globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara hidup, interaksi, dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda. Meskipun globalisasi membuka akses informasi dan nilai-nilai universal, ia juga menimbulkan tantangan seperti intoleransi, diskriminasi, dan penurunan kesadaran hak asasi manusia. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan nilai yang berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran hak asasi manusia. Pendidikan warga negara (PKN) memiliki peran vital dalam membentuk warga negara demokratis, kritis, dan bertanggung jawab, sementara Pancasila sebagai ideologi negara menyediakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap martabat manusia yang selaras dengan prinsip hak asasi manusia. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam PKN dapat memperluas kesadaran hak asasi manusia secara kontekstual dan berbasis identitas nasional.

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap hak asasi manusia, tetapi kesadaran tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan sehari-hari.PKN menjadi alat penting untuk membangun kesadaran tentang hak asasi manusia, namun belum efektif karena nilai-nilai Pancasila belum diinternalisasi secara optimal melalui proses pendidikan.Pancasila sendiri memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai hak asasi manusia, sehingga jika diajarkan secara kontekstual, dapat memperkuat kesadaran akan hak asasi manusia.Selain pendidikan, kesadaran hak asasi manusia juga dibentuk melalui semangat warga negara dan partisipasi sosial.Integrasi antara pendidikan warga negara, penyebaran nilai-nilai Pancasila, partisipasi sosial, dan pembentukan karakter menjadi dasar penting dalam pendidikan generasi muda yang mampu menghargai martabat manusia dan keadilan, serta membangun masyarakat demokratis berbasis peradaban.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi metode pembelajaran berbasis proyek atau aktivitas sosial untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum PKN, sehingga siswa lebih memahami relevansi nilai-nilai tersebut dalam konteks hak asasi manusia modern. Selain itu, penelitian juga perlu mengevaluasi efektivitas kolaborasi antara universitas dan lembaga hak asasi manusia dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, seperti magang atau program advokasi. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan model pendidikan yang lebih inklusif dan demokratis di kampus, dengan memastikan bahwa lingkungan akademik menjadi tempat yang aman untuk ekspresi diri dan pertumbuhan nilai-nilai hak asasi manusia secara alami.

  1. Implementasi Pendidikan Hak Asasi Manusia Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah... doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.471Implementasi Pendidikan Hak Asasi Manusia Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah doi 10 47134 pgsd v1i3 471
  2. Peran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia Implikasi dari Hilangnya Nilai... doi.org/10.60126/maras.v2i1.124Peran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia Implikasi dari Hilangnya Nilai doi 10 60126 maras v2i1 124
Read online
File size282.56 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test