DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Transformasi hukum pidana Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 membuka peluang integrasi nilai-nilai syariat Islam dalam kerangka pluralisme hukum nasional. Penelitian ini mengkaji kompatibilitas konsep qisas dan diyat dengan sistem pemidanaan positif Indonesia melalui pendekatan yuridis normatif yang menganalisis konvergensi filosofis, legitimasi yuridis, dan akseptabilitas sosiologis. Qisas sebagai sanksi retributif setimpal dan diyat sebagai kompensasi finansial merepresentasikan paradigma keadilan restoratif yang sejalan dengan teori pemidanaan kontemporer. Analisis terhadap Pasal 2, 51-52, dan 96-97 KUHP baru menunjukkan bahwa legislasi nasional telah mengakomodasi hukum yang hidup dalam masyarakat, termasuk nilai-nilai keagamaan, sebagai basis penyelesaian perkara pidana.
Qisas dan diyat memiliki landasan teologis-yuridis yang kokoh dalam hukum Islam dengan orientasi keadilan restoratif yang sejalan dengan perkembangan teori pemidanaan kontemporer.Konstruksi normatif qisas sebagai sanksi retributif setimpal dan diyat sebagai kompensasi finansial menunjukkan keselarasan filosofis dengan tujuan pemidanaan dalam KUHP baru yang menekankan aspek preventif, rehabilitatif, dan restoratif.Model implementasi yang feasible mencakup mekanisme diversi dan restorative justice untuk penyelesaian perkara di luar pengadilan, penerapan formal melalui qanun jinayat di wilayah berotonomi khusus seperti Aceh, serta integrasi diyat sebagai sanksi alternatif dengan diskresi judicial.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis kerangka hukum pluralisme yang inklusif untuk memastikan harmonisasi qisas-diyat dengan prinsip negara hukum Pancasila. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif implementasi model restorative justice di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi sosial-kultural yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi mekanisme mediasi penal berbasis nilai keagamaan dalam penyelesaian perkara pidana di daerah non-otonomi khusus, dengan mempertimbangkan dinamika keberagaman masyarakat dan perlindungan hak asasi manusia.
- Gender and Equality in Muslim Family Law, Justice, and Ethics in the Islamic Legal Tradition: By Ziba... ajis.org/index.php/ajiss/article/view/1073Gender and Equality in Muslim Family Law Justice and Ethics in the Islamic Legal Tradition By Ziba ajis index php ajiss article view 1073
- Integrasi Teori Diyat Perspektif Hukum Pidana Islam dengan Pendekatan Restorative Justice dalam Sistem... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/khalrev/article/view/5079Integrasi Teori Diyat Perspektif Hukum Pidana Islam dengan Pendekatan Restorative Justice dalam Sistem e journal iainptk ac index php khalrev article view 5079
- Relevansi Penerapan Qisas Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional Indonesia | Action Research Literate. relevansi... doi.org/10.46799/arl.v9i5.2889Relevansi Penerapan Qisas Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional Indonesia Action Research Literate relevansi doi 10 46799 arl v9i5 2889
- IMPLEMENTASI HUKUMAN QISAS SEBAGAI TUJUAN HUKUM DALAM AL-QUR’AN | Muslim Heritage. implementasi... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage/article/view/263IMPLEMENTASI HUKUMAN QISAS SEBAGAI TUJUAN HUKUM DALAM AL QURAoAN Muslim Heritage implementasi jurnal iainponorogo ac index php muslimheritage article view 263
| File size | 392.15 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Tragedi ini mengingatkan semua pihak bahwa tekanan akademik, dinamika sosial, dan interaksi antar mahasiswa dapat berdampak serius apabila tidak diantisipasiTragedi ini mengingatkan semua pihak bahwa tekanan akademik, dinamika sosial, dan interaksi antar mahasiswa dapat berdampak serius apabila tidak diantisipasi
DAARULHUDADAARULHUDA an‑Nūr ayat 2–3 menetapkan hukuman hudūd bagi pelaku zina serta larangan menikahi pezina, dengan tujuan melindungi martabat keluarga, keturunan,an‑Nūr ayat 2–3 menetapkan hukuman hudūd bagi pelaku zina serta larangan menikahi pezina, dengan tujuan melindungi martabat keluarga, keturunan,
DAARULHUDADAARULHUDA Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa penerapan Pasal 7 dan Pasal 9 belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip keadilan restoratif karena tidak menjaminLebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa penerapan Pasal 7 dan Pasal 9 belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip keadilan restoratif karena tidak menjamin
DAARULHUDADAARULHUDA hukum perorangan, hukum kekeluargaan, hukum perkawinan, hukum waris, hukum hutang piutang dan masih ada beberapa lagi sesuai dengan hukum adat yang adahukum perorangan, hukum kekeluargaan, hukum perkawinan, hukum waris, hukum hutang piutang dan masih ada beberapa lagi sesuai dengan hukum adat yang ada
DAARULHUDADAARULHUDA Kasus ini menggambarkan permasalahan umum dalam administrasi pertanahan di Indonesia, khususnya hambatan balik nama sertifikat akibat pemilik terdahuluKasus ini menggambarkan permasalahan umum dalam administrasi pertanahan di Indonesia, khususnya hambatan balik nama sertifikat akibat pemilik terdahulu
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan pelaku nikahPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan pelaku nikah
UNIVSMUNIVSM Selain itu, efektivitas ETLE masih terkendala oleh faktor regulasi yang belum komprehensif, keterbatasan sarana teknis, kurangnya pelaksanaan diskresiSelain itu, efektivitas ETLE masih terkendala oleh faktor regulasi yang belum komprehensif, keterbatasan sarana teknis, kurangnya pelaksanaan diskresi
SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI At least 137 notaries have been implicated in criminal cases, with the majority involving document forgery, fraud, and embezzlement, while the regulationAt least 137 notaries have been implicated in criminal cases, with the majority involving document forgery, fraud, and embezzlement, while the regulation
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini mengkaji secara analitis kesesuaian tindakan otoritas Myanmar terhadap unsur-unsur konstitutif genosida dalam kerangka hukum internasional,Penelitian ini mengkaji secara analitis kesesuaian tindakan otoritas Myanmar terhadap unsur-unsur konstitutif genosida dalam kerangka hukum internasional,
DAARULHUDADAARULHUDA Berdasarkan hasil penelitian, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional memperkenalkan paradigma baru dalam pertanggungjawaban pidana advokat,Berdasarkan hasil penelitian, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional memperkenalkan paradigma baru dalam pertanggungjawaban pidana advokat,
DAARULHUDADAARULHUDA PKN menjadi alat penting untuk membangun kesadaran tentang hak asasi manusia, namun belum efektif karena nilai-nilai Pancasila belum diinternalisasi secaraPKN menjadi alat penting untuk membangun kesadaran tentang hak asasi manusia, namun belum efektif karena nilai-nilai Pancasila belum diinternalisasi secara
SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI Berdasarkan pembahasan topik childfree, dapat disimpulkan bahwa childfree adalah kesepakatan yang dibuat oleh suami dan istri untuk tidak memiliki anakBerdasarkan pembahasan topik childfree, dapat disimpulkan bahwa childfree adalah kesepakatan yang dibuat oleh suami dan istri untuk tidak memiliki anak