DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Penetapan batas usia minimal dalam proses rekrutmen tenaga kerja merupakan praktik yang umum diterapkan oleh perusahaan di Indonesia. Kebijakan ini sering kali diposisikan sebagai bagian dari manajemen sumber daya manusia dan upaya perlindungan tenaga kerja muda. Namun demikian, dalam perspektif hukum ketenagakerjaan, penetapan usia minimal tidak dapat dilepaskan dari prinsip kesetaraan dan larangan diskriminasi dalam memperoleh pekerjaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif apakah penetapan usia minimal dalam rekrutmen tenaga kerja berdasarkan hukum ketenagakerjaan Indonesia bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan usia kerja dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan masih mengandung konflik norma dan ketidakjelasan batasan, sehingga membuka ruang terjadinya diskriminasi usia dalam praktik rekrutmen. Penetapan usia minimal yang bersifat kaku dan umum, tanpa dasar objektif yang berkaitan langsung dengan sifat pekerjaan, berpotensi bertentangan dengan asas kesetaraan dan prinsip non-diskriminasi dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia.
Analisis normatif menunjukkan bahwa pengaturan usia minimal dalam rekrutmen tenaga kerja di Indonesia belum sepenuhnya konsisten dengan prinsip kesetaraan dan non‑diskriminasi sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang No 13/2003.Ketentuan usia kerja masih bersifat parsial dan tidak terintegrasi, menimbulkan konflik norma serta ketidakpastian hukum, terutama terkait larangan mempekerjakan anak dan pengecualian pekerjaan tanpa parameter objektif.Praktik penetapan batas usia minimal yang bersifat administratif dan generalistik mengabaikan kompetensi dan karakteristik pekerjaan, sehingga berpotensi melanggar asas kesetaraan dan hak konstitusional atas pekerjaan yang layak.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penerapan kriteria usia minimal pada akses kerja bagi tenaga kerja muda di Indonesia melalui studi empiris kuantitatif yang mengkaji data perekrutan perusahaan dan hasil penempatan kerja, sehingga dapat mengukur sejauh mana diskriminasi usia mempengaruhi tingkat pengangguran dan kualitas pekerjaan. Selanjutnya, analisis perbandingan terhadap regulasi anti‑diskriminasi usia dalam undang‑undang ketenagakerjaan negara‑negara ASEAN dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan mengidentifikasi elemen regulasi yang dapat diadopsi untuk memperkuat perlindungan di Indonesia. Selain itu, pengembangan kerangka normatif yang menghubungkan persyaratan usia dengan klasifikasi pekerjaan berdasarkan risiko kerja dan kompetensi yang diperlukan dapat dilakukan melalui pendekatan metode campuran, menggabungkan kajian doktrin hukum, wawancara pakar, dan analisis pekerjaan, sehingga menghasilkan pedoman praktis bagi pembuat kebijakan dan perusahaan dalam menetapkan batas usia yang proporsional dan objektif. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperjelas dasar hukum, meningkatkan keadilan substantif, dan mengurangi ketidakpastian hukum dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
| File size | 229.75 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUUNU Perkawinan di bawah umur akan menimbulkan banyak permasalahan, baik dari segi hukum positif di Indonesia maupun dalam Undang-Undang Perkawinan. Dalam hukumPerkawinan di bawah umur akan menimbulkan banyak permasalahan, baik dari segi hukum positif di Indonesia maupun dalam Undang-Undang Perkawinan. Dalam hukum
UNIGRESUNIGRES (2) bagaimana akibat hukum perkawinan lari di Sumba barat berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Penelitian ini adalah penelitian normatif dengan(2) bagaimana akibat hukum perkawinan lari di Sumba barat berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Penelitian ini adalah penelitian normatif dengan
IAINPTKIAINPTK Selain peran lebe, pemahaman masyarakat yang memandang bahwa usia perkawinan adalah relatif, perempuan harus dilindungi, budaya kawin anak sebagai batuSelain peran lebe, pemahaman masyarakat yang memandang bahwa usia perkawinan adalah relatif, perempuan harus dilindungi, budaya kawin anak sebagai batu
IAINPTKIAINPTK Pertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akan melaksanakan perkawinan. Para foqoha berbeda pendapat dalam menentukanPertama, hukum Islam tidak menetapkan minimal usia bagi calon mempelai yang akan melaksanakan perkawinan. Para foqoha berbeda pendapat dalam menentukan
DINASTIREVDINASTIREV Sex toys di marketplace shopee diperdagangkan secara bebas. Padahal sex toys bukan produk yang seharusnya bisa diakses oleh semua khalayak. Maka tujuanSex toys di marketplace shopee diperdagangkan secara bebas. Padahal sex toys bukan produk yang seharusnya bisa diakses oleh semua khalayak. Maka tujuan
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan strategi studi kasus. Hasilnya adalah. Pertama, permasalahan di kalanganPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan strategi studi kasus. Hasilnya adalah. Pertama, permasalahan di kalangan
DINASTIREVDINASTIREV Sehingga menurut penulis bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bentuk wanprestasiSehingga menurut penulis bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bentuk wanprestasi
UINUIN Dinyatakan dalam Kompilasi Hukum Islam, pasangan yang belum mencapai usia dua puluh tahun harus mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua untuk menikah.Dinyatakan dalam Kompilasi Hukum Islam, pasangan yang belum mencapai usia dua puluh tahun harus mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua untuk menikah.
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut bekerja sama untuk mencapai keadilan, keuntungan, dan kepastian hukum. Interpretasi yang lebih kontekstualPenelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut bekerja sama untuk mencapai keadilan, keuntungan, dan kepastian hukum. Interpretasi yang lebih kontekstual
DAARULHUDADAARULHUDA Tinjauan penelitian tahun 2024‑2025 menyoroti empat aspek penting: (1) video kampanye menyesatkan dengan teks sering muncul di platform seperti Facebook,Tinjauan penelitian tahun 2024‑2025 menyoroti empat aspek penting: (1) video kampanye menyesatkan dengan teks sering muncul di platform seperti Facebook,
UNPAMUNPAM Metode penelitian yang digunakan berupa metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan alat bantu Microsotf Excell danMetode penelitian yang digunakan berupa metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan alat bantu Microsotf Excell dan
UNUSAUNUSA Penelitian dengan desain cross‑sectional retrospektif, total sampling 11 sampel dari rekam medis pasien DFU. Hasil menunjukkan enam jenis bakteri denganPenelitian dengan desain cross‑sectional retrospektif, total sampling 11 sampel dari rekam medis pasien DFU. Hasil menunjukkan enam jenis bakteri dengan