EBSINAEBSINA

Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas Indonesia

Latar belakang: Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama secara global, terutama di kalangan lansia. Intervensi non-farmakologis, termasuk pendekatan diet, semakin diakui sebagai strategi pelengkap dalam mengelola tekanan darah. Jus mentimun, kaya akan kalium dan air, telah diusulkan sebagai terapi alami dan mudah diakses untuk hipertensi. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi efek pemberian jus mentimun harian terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RW 07, Desa Purwodiningratan, Kota Surakarta, Indonesia. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan selama tujuh hari (27 April–3 Mei 2025), melibatkan dua responden hipertensi berusia 45 tahun atau lebih yang secara bersamaan menerima amlodipine. Jus mentimun (200 mL/hari) diberikan setiap hari, dan tekanan darah diukur sebelum dan dua jam setelah konsumsi menggunakan sphygmomanometer digital. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kategori tekanan darah pra- dan pasca-intervensi. Hasil: Tekanan darah responden 1 menurun dari 168/100 mmHg (hipertensi tahap 2) menjadi 127/84 mmHg (normal) setelah tujuh hari. Responden 2 mengalami peningkatan dari 186/119 mmHg (hipertensi tahap 3) menjadi 148/90 mmHg (hipertensi tahap 1). Kedua kasus menunjukkan penurunan konsisten dalam nilai sistolik dan diastolik sepanjang periode intervensi. Kesimpulan: Pemberian jus mentimun harian berkontribusi pada penurunan signifikan tekanan darah pada pasien hipertensi ketika digunakan bersamaan dengan pengobatan farmakologis standar. Temuan ini mendukung potensi jus mentimun sebagai terapi non-farmakologis yang layak dan biaya rendah dalam pengelolaan hipertensi berbasis komunitas. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan desain terkontrol disarankan untuk memvalidasi hasil awal ini.

Pemberian jus mentimun harian berkontribusi pada penurunan signifikan tekanan darah pada pasien hipertensi ketika digunakan bersamaan dengan pengobatan farmakologis standar.Temuan ini mendukung potensi jus mentimun sebagai terapi non-farmakologis yang layak dan biaya rendah dalam pengelolaan hipertensi berbasis komunitas.Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan desain terkontrol disarankan untuk memvalidasi hasil awal ini.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang pemberian jus mentimun pada pasien hipertensi dengan sampel yang lebih besar dan desain acak terkontrol untuk memastikan validitas temuan. Selain itu, studi bisa mengevaluasi kombinasi jus mentimun dengan intervensi non-farmakologis lainnya, seperti olahraga teratur atau manajemen stres, untuk memperkuat efek penurunan tekanan darah. Penelitian juga perlu menginvestigasi respons individu terhadap jus mentimun berdasarkan faktor genetik, pola makan, atau tingkat aktivitas fisik, guna mengidentifikasi kelompok pasien yang paling memperoleh manfaat dari intervensi ini.

  1. Objective measurement of physical activity and sedentary behavior among South Asian adults: A systematic... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0236573Objective measurement of physical activity and sedentary behavior among South Asian adults A systematic journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0236573
  2. ViewArticleDetail. 0 doi.org/10.31838/ijpr/2020.12.02.394ViewArticleDetail 0 doi 10 31838 ijpr 2020 12 02 394
  3. EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI JUS MENTIMUN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI... doi.org/10.23917/jk.v16i1.20466EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI JUS MENTIMUN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI doi 10 23917 jk v16i1 20466
  4. Efektivitas Pemberian Jus Mentimun Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Lingkungan Klinik... doi.org/10.59680/medika.v3i2.1816Efektivitas Pemberian Jus Mentimun Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Lingkungan Klinik doi 10 59680 medika v3i2 1816
Read online
File size336.05 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test