MACHUNGMACHUNG
Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI)PT XYZ, perusahaan di sektor agribisnis, mengoperasikan lini produksi telur tetas yang menghasilkan telur tetas sebagai produk akhir. Saat ini, proses produksi perusahaan belum memiliki standar jam kerja di beberapa stasiun bagi pekerjanya sehingga akan berpengaruh pada proses produksi, mulai dari pemborosan jam kerja (tidak efisien) serta pekerja yang bekerja semaunya, hingga penggunaan waktu idle dan personal yang lebih banyak. Untuk mengatasi tantangan ini, implementasi metode stopwatch time study menjadi imperatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu siklus, waktu normal, dan menetapkan standar jam kerja di stasiun terminal, vaksin, pullchick, dan packing. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menstandardisasi waktu kerja secara spesifik di stasiun pullchick dan packing. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu standar ini dengan praktik saat ini untuk meningkatkan produktivitas pekerja secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, seperti peningkatan output 1 kereta di stasiun terminal (dari 18 menjadi 19 kereta) dan peningkatan 6 kotak per jam di stasiun vaksin (dari 25 menjadi 31 kotak/jam). Temuan ini menyoroti dampak positif penerapan waktu kerja terstandardisasi, yang mengindikasikan peningkatan produktivitas dan efisiensi di stasiun-stasiun tersebut dalam proses produksi PT XYZ.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah setelah dilakukan penelitian perbaikan pengukuran waktu kerja menggunakan metode stopwatch time study, akan diperoleh waktu siklus, waktu normal dan waktu baku untuk setiap stasiun.Stasiun terminal dan stasiun vaksin telah memiliki waktu standar sehingga waktu baku yang didapatkan adalah sebagai saran terhadap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas.Selanjutnya pada stasiun pullchick dan packing waktu baku yang didapatkan akan dijadikan sebagai waktu standar yaitu pada stasiun pullchick 36,998 detik, dan stasiun packing 48,319 detik.Berdasarkan dari hasil perbandingan antara waktu standar yang ada dengan waktu standar yang didapatkan dari hasil perhitungan pada stasiun terminal dan stasiun vaksin didapatkan hasil bahwa dengan waktu standar perhitungan output yang diperoleh akan mengalami peningkatan yaitu pada stasiun terminal sebanyak 1 kereta dari yang sebelumnya 18 kereta menjadi 19 kereta dan pada stasiun vaksin sebanyak 6 box dari yang sebelumnya hanya 25 box/jam menjadi 31 box/jam.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor psikologis seperti motivasi dan kepuasan kerja terhadap produktivitas operator di stasiun-stasiun produksi. Hal ini penting untuk memahami bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan kinerja operator secara optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem informasi yang terintegrasi untuk memantau dan mengelola waktu kerja secara real-time. Sistem ini dapat memberikan informasi yang akurat dan cepat mengenai kinerja operator, sehingga memungkinkan manajemen untuk mengambil tindakan korektif secara tepat waktu. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif antara metode stopwatch time study dengan metode pengukuran waktu lainnya, seperti work sampling, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing metode dalam konteks industri agribisnis. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai dengan karakteristik proses produksinya. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pekerja.
- Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah... doi.org/10.33479/jtiumc.v3i2.76Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah doi 10 33479 jtiumc v3i2 76
- Analisis Kerusakan Mesin Batching Plant di PT Duta Borneo Abadi Menggunakan Metode Hazard and Operability... sakti.machung.ac.id/index.php/JTIUMC/article/view/12Analisis Kerusakan Mesin Batching Plant di PT Duta Borneo Abadi Menggunakan Metode Hazard and Operability sakti machung ac index php JTIUMC article view 12
- Penentuan Waktu Baku Optimal dan Analisis Beban Kerja Pada Bagian Produksi Udang PCDTO-IQF di PT. Indo... publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/17660Penentuan Waktu Baku Optimal dan Analisis Beban Kerja Pada Bagian Produksi Udang PCDTO IQF di PT Indo publikasi mercubuana ac index php pasti article view 17660
| File size | 530.87 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPWRUMPWR M sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein sebesar 0,8668 m3/hari. Karakteristik angkutan sedimen dasar (bed load) berdasarkan ukuran butiran diM sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein sebesar 0,8668 m3/hari. Karakteristik angkutan sedimen dasar (bed load) berdasarkan ukuran butiran di
UMPWRUMPWR 28/PRT/M/2016, sehingga dapat diketahui apakah produktivitas tenaga kerja di lapangan memenuhi standar acuan tersebut. Berdasarkan hasil analisis data28/PRT/M/2016, sehingga dapat diketahui apakah produktivitas tenaga kerja di lapangan memenuhi standar acuan tersebut. Berdasarkan hasil analisis data
UMPWRUMPWR Perencanaan tebal perkerasan lentur menggunakan metode MDPJ 2017 menghasilkan struktur perkerasan lebih tebal dibandingkan metode Pt T-01-2002-B, yaituPerencanaan tebal perkerasan lentur menggunakan metode MDPJ 2017 menghasilkan struktur perkerasan lebih tebal dibandingkan metode Pt T-01-2002-B, yaitu
UMPWRUMPWR Perhitungan menunjukkan biaya siklus hidup perkerasan lentur lebih tinggi, yaitu Rp 6. 391,14 dibandingkan perkerasan kaku sebesar Rp 4. Oleh karena itu,Perhitungan menunjukkan biaya siklus hidup perkerasan lentur lebih tinggi, yaitu Rp 6. 391,14 dibandingkan perkerasan kaku sebesar Rp 4. Oleh karena itu,
UMPWRUMPWR Tebal perkerasan lentur menggunakan metode MDPJ 2017 pada ruas jalan Kenteng – Bencorejo STA 7 000 sampai dengan STA 8 000 yaitu sebesar. AC – WC =Tebal perkerasan lentur menggunakan metode MDPJ 2017 pada ruas jalan Kenteng – Bencorejo STA 7 000 sampai dengan STA 8 000 yaitu sebesar. AC – WC =
UMPWRUMPWR Penelitian ini memperoleh hasil analisis daya dukung ijin netto tanah untuk fondasi tipe 1 (FT1) menggunakan metode Terzaghi sebesar 868,062 kN/m2 danPenelitian ini memperoleh hasil analisis daya dukung ijin netto tanah untuk fondasi tipe 1 (FT1) menggunakan metode Terzaghi sebesar 868,062 kN/m2 dan
STIKBARSTIKBAR Latar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaanLatar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Perubahan ini terlihat dari peningkatan jam lembur akibat penugasan ulang beberapa karyawan dari Divisi Business Support dan penambahan tugas baru. PenelitianPerubahan ini terlihat dari peningkatan jam lembur akibat penugasan ulang beberapa karyawan dari Divisi Business Support dan penambahan tugas baru. Penelitian
Useful /
HELVETIAHELVETIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin perempuan mayoritas 34 r (54,0%), pendidikan SD mayoritas 30 (47,6%), usiaHasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin perempuan mayoritas 34 r (54,0%), pendidikan SD mayoritas 30 (47,6%), usia
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hipertensi sendiri merupakan suatu kondisi kronis yang dapat meningkat secara persisten > 140/80 mmHg. Hipertensi disebut juga sebagai the silent killerHipertensi sendiri merupakan suatu kondisi kronis yang dapat meningkat secara persisten > 140/80 mmHg. Hipertensi disebut juga sebagai the silent killer
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Pelatihan pengolahan limbah rumah tangga melalui pelatihan pembuatan ecoenzym dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, merupakanPelatihan pengolahan limbah rumah tangga melalui pelatihan pembuatan ecoenzym dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, merupakan
Tel-UTel-U Data collection was conducted through questionnaires distributed to respondents and the data processing technique used is SmartPLS (Smart Partial LeastData collection was conducted through questionnaires distributed to respondents and the data processing technique used is SmartPLS (Smart Partial Least