UNISMUHUNISMUH
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISEXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISMotivation is a crucial factor that influences student achievement. Therefore, it is important to understand teachers perceptions regarding the phenomenon of decreasing student learning motivation. This study aims to explore teachers perceptions regarding the use of Brain Gym as an effort to increase student learning motivation and to determine the impact of this technique on student concentration in learning. This study uses a qualitative approach with a descriptive design that focuses on describing teachers views regarding the effectiveness of Brain Gym in building learning motivation. To collect data, researchers conducted interviews with instruments consisting of questions, documentation sheets, and other supporting sources. In this study, researchers used convenience sampling techniques, namely selecting samples based on ease of access to participants. The results showed that the majority of teachers agreed that the use of Brain Gym can increase student learning motivation. Thus, Brain Gym can be used as an alternative in fun and interesting learning. Although this study has limitations related to time and place, the conclusion that can be drawn is that Brain Gym has a positive impact on student learning motivation and also encourages teacher creativity in the learning process.
The study concludes that teachers generally hold positive perceptions regarding the implementation of Brain Gym in the classroom, viewing it as an effective tool to enhance student engagement and teacher creativity.The implementation of Brain Gym demonstrably improves student learning motivation, with students exhibiting increased enthusiasm and concentration.Brain Gym offers a unique approach to improving brain performance, differing from traditional physical education by focusing on balance, coordination, and reducing sensitivity.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas Brain Gym pada berbagai kelompok usia siswa dan konteks pembelajaran yang berbeda. Selain itu, perlu diteliti bagaimana Brain Gym dapat diintegrasikan secara optimal ke dalam kurikulum yang ada, bukan hanya sebagai kegiatan tambahan. Studi komparatif juga dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas Brain Gym dengan metode peningkatan motivasi belajar lainnya, seperti gamifikasi atau pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang potensi Brain Gym dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa mencapai prestasi yang lebih baik. Dengan demikian, guru dapat memiliki dasar yang kuat untuk menerapkan Brain Gym secara efektif dan memaksimalkan manfaatnya bagi siswa.
| File size | 334.47 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNZAHUNZAH Despite challenges such as time constraints and difficulties in developing fair rubrics, support from the school through training and supervision strengthenedDespite challenges such as time constraints and difficulties in developing fair rubrics, support from the school through training and supervision strengthened
SERAMBISERAMBI Upaya-upaya ini sangat penting untuk mencapai sistem layanan pendidikan digital terintegrasi secara penuh pada tahun 2029. Penelitian ini menyimpulkanUpaya-upaya ini sangat penting untuk mencapai sistem layanan pendidikan digital terintegrasi secara penuh pada tahun 2029. Penelitian ini menyimpulkan
NURISNURIS Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus 1, keterlibatan siswa mencapai 70%, sedangkan pada Siklus 2 meningkat menjadi 85%. Peningkatan keterlibatanHasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus 1, keterlibatan siswa mencapai 70%, sedangkan pada Siklus 2 meningkat menjadi 85%. Peningkatan keterlibatan
UNISMUHUNISMUH Strategi POSSE (Predict, Organize, Search, Summarize, Evaluate), yang dikenal karena pendekatannya yang sistematis dalam melibatkan siswa secara aktifStrategi POSSE (Predict, Organize, Search, Summarize, Evaluate), yang dikenal karena pendekatannya yang sistematis dalam melibatkan siswa secara aktif
UNISMUHUNISMUH Hasil uji t sampel berpasangan mendukung observasi ini, menunjukkan perbedaan signifikan dalam kinerja akademik antara ujian awal dan ujian akhir (duaHasil uji t sampel berpasangan mendukung observasi ini, menunjukkan perbedaan signifikan dalam kinerja akademik antara ujian awal dan ujian akhir (dua
UNDIKMAUNDIKMA Bahasa pertama (L1) dipandang sebagai alat bantu dalam pengajaran bahasa kedua (L2). Namun, ketergantungan berlebihan pada L1 dapat memperlambat prosesBahasa pertama (L1) dipandang sebagai alat bantu dalam pengajaran bahasa kedua (L2). Namun, ketergantungan berlebihan pada L1 dapat memperlambat proses
UNDIKMAUNDIKMA Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimum mata pelajaran bahasa Inggris. Dari data kualitatif, ditemukan bahwa siswa terbantuHal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimum mata pelajaran bahasa Inggris. Dari data kualitatif, ditemukan bahwa siswa terbantu
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran Six Thinking Hats (STH) efektif dalam meningkatkan prestasi berbicara siswa. Hal ini didukung olehPenelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran Six Thinking Hats (STH) efektif dalam meningkatkan prestasi berbicara siswa. Hal ini didukung oleh
Useful /
UNIVMEDUNIVMED Penelitian translasional saat ini tidak lagi terbatas pada proses linier dari eksperimen laboratorium ke aplikasi klinis, tetapi mencakup pendekatan multidireksionalPenelitian translasional saat ini tidak lagi terbatas pada proses linier dari eksperimen laboratorium ke aplikasi klinis, tetapi mencakup pendekatan multidireksional
STDIISSTDIIS Hadis jamak salat tanpa uzur tersebut juga diriwayatkan dengan beberapa model matan periwayatan, dan memberikan ragam interpretasi dari kalangan ulamaHadis jamak salat tanpa uzur tersebut juga diriwayatkan dengan beberapa model matan periwayatan, dan memberikan ragam interpretasi dari kalangan ulama
UNIKOMUNIKOM Tingkat packet loss pada Provider X sebesar 0,0245%, sedangkan pada Provider Y sebesar 0,0027%. Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkanTingkat packet loss pada Provider X sebesar 0,0245%, sedangkan pada Provider Y sebesar 0,0027%. Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan
UNIKOMUNIKOM Selanjutnya, akan dilakukan analisa perancangan jaringan secara kapasitas dan coverage terhadap layanan NB-IoT dengan menggunakan parameter link budget.Selanjutnya, akan dilakukan analisa perancangan jaringan secara kapasitas dan coverage terhadap layanan NB-IoT dengan menggunakan parameter link budget.