HELVETIAHELVETIA

Journal of Nursing UpdateJournal of Nursing Update

Menurut World Health Organization (WHO), angka kematian ibu adalah 462 per 100.000 kelahiran hidup dan 11 per 100.000 hidup di negara-negara berpenghasilan tinggi. 2,4 juta bayi baru lahir meninggal pada tahun 2020. Dan pada tahun 2020 (47%) kematian balita terjadi pada masa neonatus (pertama 28 hari kehidupan). Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Berkah Pandeglang Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survel analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang tercatat pada tahun 2023 di RSUD Berkah Pandeglang yang berjumlah 1.689, dengan jumlah sampel sebanyak 327 ibu dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling. Data collection menggunakan secondary data, yaitu diambil dari buku register. Kemudian data di analisis secara univariat dan bivariat.

Ibu bersalin yang mengalami Ketuban Pecah Dini sebanyak 74 (22,6%) dan yang tidak mengalami Ketuban Pecah Dini sebanyak 253 (77,4%).Umur ibu yang beresiko sebanyak 88 (26,9%) dan yang tidak beresiko sebanyak 235 (73,1%).Paritas yang beresiko sebanyak 160 (48,9%) dan yang tidak beresiko sebanyak 167 (51,1%).Usia kehamilan yang beresiko sebanyak 200 (61,2%) dan yang tidak beresiko sebanyak 127 (38,8%).Tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian ketuban pecah dini dengan p value 0,472.Tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini dengan p value 0.Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini dengan p value 0,01.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini, seperti kondisi kesehatan ibu, riwayat medis, dan faktor lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak ketuban pecah dini terhadap kesehatan ibu dan bayi, serta strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis hubungan antara usia kehamilan dan kejadian ketuban pecah dini secara lebih mendalam, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi risiko ketuban pecah dini pada usia kehamilan tertentu. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya mengurangi kejadian ketuban pecah dini dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Read online
File size338.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test