UNTAG SMDUNTAG SMD

JMA: JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSIJMA: JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan bagian penting dalam perekonomian Indonesia. UKM memiliki peran penting dalam meningkatkan laju perekonomian masyarakat, serta membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran. Dalam praktik industri UKM, persediaan bahan baku yang optimal sangat penting agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar. Pengawasan persediaan bahan baku perlu dilakukan untuk menghindari keterlambatan pasokan dan menjaga keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam menentukan jumlah modal untuk persediaan dapat menekan laba perusahaan. Jika persediaan terlalu besar, akan meningkatkan biaya pemeliharaan dan penyimpanan, serta dapat mengurangi laba. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan persediaan bahan baku dalam proses produksi pada UKM Nur Aisyah.

Dalam sebuah perusahaan atau industri rumahan, persediaan bahan baku merupakan salah satu aktiva terpenting.Pemesanan bahan baku ikan bandeng yang paling ekonomis adalah 79 kg setiap kali pesan.Frekuensi pemesanan yang harus dilakukan adalah 7 kali sebanyak 79 kg dengan total biaya Rp 75.Agar persediaan bahan baku dapat dikendalikan, UKM Nur Aisyah harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan di gudang atau mesin pendingin tersisa sebanyak 4 kg.

Untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi persediaan bahan baku, UKM Nur Aisyah dapat menerapkan model EOQ (Economic Order Quantity). Model ini dapat membantu perusahaan dalam menentukan jumlah pesanan dan persediaan yang ekonomis. Selain itu, UKM juga perlu merencanakan pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih terperinci, terutama untuk bahan baku ikan bandeng. Dengan menggunakan pendekatan pengendalian persediaan EOQ, UKM dapat meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan persediaan, serta menjaga kelancaran proses produksi dan keuntungan yang optimal.

Read online
File size601.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test