STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM

Quality: Journal Of Islamic StudiesQuality: Journal Of Islamic Studies

Generasi muda Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan psikologis, sosial, dan spiritual yang kian berat dan kompleks: tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, dan pengaruh budaya global yang mengikis identitas keislaman. Secara konseptual, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai ajaran tasawuf dalam Islam menawarkan kerangka spiritual untuk membangun ketahanan jiwa (resiliensi). Kajian ini coba mengkaji bagaimana integrasi tazkiyatun nafs dapat menjadi fondasi pengembangan resiliensi pada generasi muda Islam. Metode kajian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan analisis kualitatif terhadap sumber‑sumber primer (Al‑Quran, Hadis, dan karya ulama klasik) dan sumber sekunder (jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait tasawuf dan psikologi Islam). Tazkiyatun nafs—dari nafs ammarah, lawwamah, muliah, hingga mutmainnah—menurut asumsi penulis, potensial untuk memperkuat kapasitas internal generasi muda Islam dalam menghadapi tekanan dan mempertahankan keseimbangan spiritual‑emosional. Temuan kajian menunjukkan integrasi nilai‑nilai tazkiyatun nafs (muraqabah, muhasabah, tawakkal, dan syukr) terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan mental‑spiritual. Kajian ini diharapkan dapat memberi rekomendasi strategis bagi pendidikan Islam, konseling berbasis nilai Islam, dan program pengembangan pemuda berbasis kultur islami.

Tazkiyatun nafs, sebagai penyucian jiwa dalam Islam, tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga menjadi kerangka teoretis yang efektif untuk membangun resiliensi generasi muda melalui lima pilar utama.Studi ini menyarankan integrasi sistematis tazkiyatun nafs ke dalam kurikulum pendidikan Islam, pengembangan program kepemudaan berbasis praktik spiritual, serta penelitian empiris untuk menguji efektivitasnya.Selain itu, kolaborasi antara ulama, pendidik, dan psikolog diharapkan dapat merancang intervensi kesehatan mental yang berlandaskan nilai‑nilai Islam dan psikologi modern.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kurikulum tazkiyatun nafs yang terstruktur dalam meningkatkan resiliensi pada remaja Muslim melalui desain longitudinal campuran metode kuantitatif dan kualitatif, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan perilaku dan persepsi selama periode tertentu. Selain itu, perlu dikembangkan platform digital—seperti aplikasi seluler—yang menyajikan modul muhasabah, dzikr, dan latihan spiritual lain, kemudian dievaluasi dampaknya terhadap indikator kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan rasa puas hidup pada pengguna muda. Terakhir, sebuah studi komparatif dapat membandingkan intervensi berbasis tazkiyatun nafs dengan terapi kognitif‑behavioural konvensional dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi pada mahasiswa, dengan tujuan menilai apakah pendekatan spiritual‑psikologis memberikan manfaat tambahan atau berbeda dalam konteks budaya Islam.

  1. Pendidikan Karakter dalam Pandangan KH. Akhmad Rifa’i | Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan... jasika.umy.ac.id/index.php/jasika/article/view/118Pendidikan Karakter dalam Pandangan KH Akhmad RifaAoi Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan jasika umy ac index php jasika article view 118
  2. Bridging Faith and Therapy: A Systematic Review of Islamic Psychotherapy in Mental Health and Rehabilitation... ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/ijic/article/view/10727Bridging Faith and Therapy A Systematic Review of Islamic Psychotherapy in Mental Health and Rehabilitation ejurnal iainpare ac index php ijic article view 10727
Read online
File size311.51 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test