ILININSTITUTEILININSTITUTE
CARADDECARADDEKemampuan berhitung dasar merupakan fondasi utama dalam pembelajaran matematika, namun siswa di daerah 3T seperti Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai masih menunjukkan kompetensi numerasi yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar siswa SMA melalui pelatihan simulasi interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu: (1) persiapan melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, dan instrumen evaluasi; (2) pelatihan simulasi selama dua hari dengan pendekatan individu dan kelompok; serta (3) evaluasi melalui pretest–posttest dan observasi. Peserta kegiatan berjumlah 60 siswa dari dua SMA di Kecamatan Morotai Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berhitung dasar dengan rata-rata skor meningkat dari 47,8 menjadi 78,6 atau sebesar 64,4%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek operasi campuran, kecepatan, dan ketelitian. Selain peningkatan kognitif, pelatihan juga berdampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, pelatihan simulasi interaktif terbukti efektif sebagai strategi penguatan literasi numerasi di daerah 3T dan berpotensi direplikasi pada wilayah dengan karakteristik serupa.
Kegiatan pengabdian berupa pelatihan simulasi interaktif secara signifikan meningkatkan kemampuan numerasi siswa SMA di daerah 3T, dengan peningkatan rata-rata skor sebesar 64,4% pada aspek operasi campuran, kecepatan, dan ketelitian berhitung.Selain meningkatkan kemampuan kognitif, pelatihan ini juga berhasil menumbuhkan motivasi, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif siswa, didukung oleh transfer pengetahuan antara dosen, mahasiswa, dan guru.Model berbasis simulasi dan konteks lokal ini terbukti efektif dan sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar, memperkuat literasi numerasi serta menunjukkan dampak positif keterlibatan perguruan tinggi dalam peningkatan mutu pendidikan masyarakat.
Melihat keberhasilan pelatihan simulasi interaktif ini, penelitian lanjutan yang mendalam sangat diperlukan untuk memperkaya pemahaman kita. Salah satu arah studi yang krusial adalah mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan terhadap retensi kemampuan berhitung dasar dan literasi numerasi siswa di daerah 3T, mengingat kegiatan sebelumnya hanya berlangsung singkat. Pertanyaan yang muncul adalah, seberapa efektifkah intervensi simulasi ini dalam mempertahankan peningkatan kemampuan numerasi siswa setelah periode waktu tertentu, misalnya enam bulan atau satu tahun, dan apakah ada kebutuhan untuk modul penguatan berkelanjutan? Selanjutnya, mengingat desain penelitian awal yang belum melibatkan kelompok kontrol, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif. Penelitian ini dapat membandingkan efektivitas pendekatan simulasi interaktif ini dengan metode pengajaran matematika konvensional atau pendekatan inovatif lainnya, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keunggulan dan potensi uniknya. Ini juga bisa mencakup eksplorasi bagaimana integrasi simulasi digital dan manual dapat disesuaikan secara optimal untuk mengatasi keterbatasan sarana prasarana serta mengakomodasi variasi kemampuan awal siswa yang beragam di daerah terpencil. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan dan penyebarluasan praktik baik ini, penelitian harus berfokus pada pengembangan profesional guru. Kita perlu memahami lebih lanjut model pelatihan dan pendampingan yang paling efektif untuk memberdayakan guru matematika di daerah 3T agar mereka mampu secara mandiri merancang, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis simulasi. Ini dapat diwujudkan melalui pembentukan komunitas praktik yang aktif, di mana guru bisa saling berbagi pengalaman dan mengembangkan inovasi pembelajaran numerasi secara kolaboratif. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di seluruh wilayah 3T.
| File size | 520.68 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UM MetroUM Metro Secara parsial, kedua variabel juga memberikan pengaruh positif yang signifikan (dukungan orang tua: t = 5,240; p = 0,000; kecerdasan spiritual: t = 5,459;Secara parsial, kedua variabel juga memberikan pengaruh positif yang signifikan (dukungan orang tua: t = 5,240; p = 0,000; kecerdasan spiritual: t = 5,459;
ABULYATAMAABULYATAMA Strategi yang diusulkan antara lain memperluas kosakata, membangun kepercayaan diri, persiapan sebelum berbicara, teknik relaksasi, dan peningkatan pengetahuan,Strategi yang diusulkan antara lain memperluas kosakata, membangun kepercayaan diri, persiapan sebelum berbicara, teknik relaksasi, dan peningkatan pengetahuan,
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Workshop ini berhasil menumbuhkan pola pikir berkembang pada siswa SMA Ahmad Yani Baureno Bojonegoro. Siswa mengalami peningkatan dalam manajemen waktu,Workshop ini berhasil menumbuhkan pola pikir berkembang pada siswa SMA Ahmad Yani Baureno Bojonegoro. Siswa mengalami peningkatan dalam manajemen waktu,
UNISMUHUNISMUH Dampak positif kompetisi pidato di atribusikan kepada kesempatan praktik nyata, umpan balik konstruktif, dan lingkungan yang mendukung yang mereka berikan.meskipunDampak positif kompetisi pidato di atribusikan kepada kesempatan praktik nyata, umpan balik konstruktif, dan lingkungan yang mendukung yang mereka berikan.meskipun
PRINPRIN berhasil meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA Negeri 1 Pahae Julu T. Rata-rata skor pemecahan masalah meningkat dari 65,176 padaberhasil meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA Negeri 1 Pahae Julu T. Rata-rata skor pemecahan masalah meningkat dari 65,176 pada
UNISMUHUNISMUH Ditinjau dari aspek atensi berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 80,05%, aspek relevansi berkategori positif dengan jumlah persentase 68,15%,Ditinjau dari aspek atensi berkategori sangat positif dengan jumlah persentase 80,05%, aspek relevansi berkategori positif dengan jumlah persentase 68,15%,
STTSSTTS Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi E-learning di Indonesia, dengan menggunakan Extended Technology AcceptancePenelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi E-learning di Indonesia, dengan menggunakan Extended Technology Acceptance
UNTAGUNTAG Dari analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,366 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubunganDari analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,366 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
Useful /
UNTADUNTAD Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran elit informal dalam merespons kebijakan pertambangan di wilayah tersebut. Teori yang digunakan adalahTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran elit informal dalam merespons kebijakan pertambangan di wilayah tersebut. Teori yang digunakan adalah
ISI DPSISI DPS Selebihnya pemirsa cenderung melayang dalam imajinasi personalnya tentang kesan psikologis karya seni “air kehidupan di sawah. Penulis memilih konsepSelebihnya pemirsa cenderung melayang dalam imajinasi personalnya tentang kesan psikologis karya seni “air kehidupan di sawah. Penulis memilih konsep
PRINPRIN Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Medan dimulai dengan mencari jarak antar alamat dengan bantuan goggle maps, kemudian dilanjutkan dengan bantuan software WinQSB.Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Medan dimulai dengan mencari jarak antar alamat dengan bantuan goggle maps, kemudian dilanjutkan dengan bantuan software WinQSB.
PRINPRIN Uji coba terbatas melibatkan 10 siswa dari berbagai SMA di Jawa Timur, sementara uji akhir dilakukan di SMAN 12 Surabaya. Penelitian selanjutnya diharapkanUji coba terbatas melibatkan 10 siswa dari berbagai SMA di Jawa Timur, sementara uji akhir dilakukan di SMAN 12 Surabaya. Penelitian selanjutnya diharapkan