ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Hanura yang memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir akibat curah hujan intens, sistem drainase yang kurang memadai, dan tekanan ekologis pada kawasan permukiman padat. Upaya dilakukan melalui edukasi dan perancangan rumah panggung tahan bencana berbasis arsitektur lokal dan prinsip keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan teknis, lokakarya desain, diskusi kelompok terarah, serta pembangunan prototipe rumah panggung adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip hunian tahan bencana dan tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi berbasis komunitas. Prototipe yang dihasilkan bersifat fungsional, adaptif, dan mudah direplikasi sebagai model hunian aman di wilayah rawan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko iklim serta mendukung terwujudnya permukiman yang lebih aman dan berkelanjutan.

Saran untuk keberlanjutan program perlu diarahkan langsung pada temuan kegiatan di Desa Hanura.Peningkatan pengetahuan warga mengenai hunian adaptif, kemampuan mereka dalam menerapkan biopori, serta pemahaman mengenai fungsi adaptif prototipe rumah panggung menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pondasi awal untuk membangun ketahanan permukiman.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk mengamati bagaimana masyarakat di Desa Hanura benar-benar mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip rumah panggung tahan bencana yang telah diperkenalkan. Pertanyaan pentingnya adalah: faktor-faktor apa saja yang mendorong atau menghambat warga untuk membangun atau merenovasi rumah mereka dengan desain adaptif ini dalam jangka panjang, dan seberapa efektifkah rumah-rumah ini dalam melindungi mereka dari banjir dibandingkan hunian biasa? Selain itu, perlu juga dikaji dampak kumulatif dari solusi mitigasi ekologis seperti biopori dan retaining wall yang kini sudah tersebar di desa. Studi bisa melihat sejauh mana intervensi-intervensi kecil ini secara kolektif mampu mengubah pola genangan air dan meningkatkan penyerapan air tanah di seluruh kawasan, sehingga dapat dirumuskan strategi penempatan yang paling efektif. Terakhir, ada peluang besar untuk meneliti bagaimana konsep hunian adaptif dan upaya menjaga lingkungan ini dapat digabungkan dengan potensi pengembangan ekowisata berbasis sungai dan mangrove. Penelitian ini dapat mengeksplorasi model pariwisata edukatif yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi lokal tetapi juga secara aktif mendorong praktik pembangunan yang aman dan ramah lingkungan, memastikan bahwa resiliensi desa terhadap bencana dapat berkelanjutan sambil menciptakan manfaat lain bagi masyarakat.

Read online
File size355.5 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test