JURNALUNIV45SBYJURNALUNIV45SBY

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Banjir bandang yang melanda kabupaten Malaka sebagai akibat badai siklon tropis Seroja di beberapa wilayah NTT, telah membawa dampak yang sangat parah bagi salah satu desa yaitu Motaulun yang terletak di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Desa Motaulun merupakan pintu pertama menerima kiriman air karena jebolnya tanggul yang tidak jauh dari desa tersebut. Banjir bandang (flash flooding) adalah banjir yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga akibat hujan yang sangat lebat di bagian hulu atau karena bendungan yang jebol. Banjir bandang dengan ketinggian lebih dari 1 meter air hingga batas setinggi leher orang dewasa selama sehari penuh, tidak hanya menghanyutkan rumah warga desa Motaulun, tetapi menghanyutkan pula semua harta milik mereka. Salah satu kelompok yang terdampak adalah Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun yang memiliki 125 KK dengan 270-an jiwa. Satu-satunya rumah dari 62 rumah yang terletak di dusun Lookmi A adalah rumah milik mama Elisabeth Seuk Bete (78 tahun), hanyut terbawa banjir beserta semua harta miliknya. Penyediaan rumah panggung aman banjir mempunyai tujuan untuk meringankan beban korban sekaligus mewujudkan kepedulian dan keprihatinan UKAW melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian pembangunan rumah panggung aman banjir telah berhasil menyediakan rumah layak huni bagi Mama Elisabeth Seuk Bete yang kehilangan rumah akibat banjir bandang.Partisipasi mitra seperti gereja, tukang, mandor, dan relawan mahasiswa sangat berkontribusi terhadap keberhasilan program.Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian institusi melalui kolaborasi dalam penanganan pasca-bencana.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang kelayakan teknis dan keterjangkauan model rumah panggung tahan banjir di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan mempertimbangkan kondisi iklim mikro, ketersediaan material lokal, dan kemampuan ekonomi masyarakat. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas model kemitraan antara gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam penyediaan hunian pasca-bencana melalui studi komparatif di beberapa lokasi terdampak bencana serupa. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang ketahanan psikososial lansia korban bencana yang menerima bantuan rumah, untuk memahami bagaimana intervensi fisik berdampak pada pemulihan mental dan sosial mereka, serta bagaimana program bantuan dapat dirancang lebih berkelanjutan secara emosional dan struktural.

  1. #limbah cair#limbah cair
  2. #bencana gempa bumi#bencana gempa bumi
Read online
File size2.28 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2GK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test