ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Abstrak. Kegiatan pelatihan content creator berbasis turats dan fikih kebangsaan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi pemahaman fikih kebangsaan melalui berbagai media/content, dan pembuatan komik strip digital, sebagai sarana kampanye perdamaian berbasis keislaman. Semua sepakat bahwa agama merupakan tuntunan hidup yang selayaknya mengajarkan kedamian. Namun, penyebaran nilai tersebut menghadapi tantangan eksternal berupa maraknya konten media sosial bernuansa kebencian terhadap agama, atau bahkan menyebarkan pemahaman agama yang menyimpang. Di sisi lain, tantangan internal berupa kurangnya kontribusi santri dalam dakwah digital juga muncul. Padahal, para santri memiliki kapasitas keilmuan dalam memahami turast dan kitab-kitab keagamaan. Oleh karenanya program ini dilakukan dengan kerja sama antara Tim Doktor Mengabdi dan Lakpesdam PCNU Kota Malang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan kegiatan mulai dari survei, FGD, pelatihan penyusunan narasi, produksi komik, evaluasi, hingga diseminasi. Luaran berupa komik kebangsaan ber-ISBN, publikasi jurnal, artikel media, dan video dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kajian keislaman dapat dikemas secara menarik dan edukatif. Selanjutnya, program ini akan dikembangkan lebih masif agar produk yang dihasilkan menjadi modal atau inspirasi content creator yang lebih luas, sehingga menjadi media dakwah digital berbasis nilai toleransi dan moderasi beragama.

Program pelatihan content creator berbasis turats dan fikih kebangsaan berhasil meningkatkan kemampuan santri dalam menyebarkan nilai moderasi beragama melalui media digital.Penggunaan komik sebagai bentuk konten efektif dalam menyampaikan pesan keislaman yang inklusif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis tradisi keilmuan pesantren dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan radikalisme di ruang maya.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan turats dalam konten digital untuk memperkuat pemahaman fikih kebangsaan. Selain itu, studi tentang efektivitas komik sebagai media dakwah digital untuk meningkatkan toleransi antaragama perlu dilakukan. Terakhir, penelitian tentang peran santri dalam membangun narasi keislaman moderat di era digital dapat menjadi arah baru untuk memperkaya wacana keagamaan nasional.

  1. What content offers and how teachers teach: Religious Moderation-integrated teaching in Indonesia | Hanafi... doi.org/10.4102/hts.v79i2.9070What content offers and how teachers teach Religious Moderation integrated teaching in Indonesia Hanafi doi 10 4102 hts v79i2 9070
  2. Toleransi Terhadap Non-Muslim Dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)... doi.org/10.21111/sjic.v1i2.2740Toleransi Terhadap Non Muslim Dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama NU doi 10 21111 sjic v1i2 2740
  3. 0. pdf obj metadata endobj extgstate font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... e-iji.net/dosyalar/iji_2025_2_34.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents e iji dosyalar iji 2025 2 34 pdf
  4. Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam Menjaga Keharmonisan Umat Beragama di Era Disrupsi Digital | NAHNU:... doi.org/10.63875/nahnu.v2i2.44Peran Nahdlatul Ulama NU dalam Menjaga Keharmonisan Umat Beragama di Era Disrupsi Digital NAHNU doi 10 63875 nahnu v2i2 44
Read online
File size600.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test