HK PUBLISHINGHK PUBLISHING

Journal of CitizenshipJournal of Citizenship

Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlanjutan sistem adat dan mekanisme harmonisasi sosial-keagamaan di Desa Cikate, Kabupaten Lebak, Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi partisipatif untuk menggali struktur kesepuhan, praktik ritual, serta relasi adat dan agama. Kerangka analisis memadukan teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons dan Kohesi Sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kesepuhan berfungsi sebagai institusi laten yang memelihara nilai dan legitimasi kultural, sekaligus menjalankan fungsi integrasi melalui musyawarah mufakat yang memperkuat solidaritas mekanik. Ritual seperti Seren Tahun, sedekah bumi, dan ziarah makam leluhur menjadi medium kohesi sosial serta ruang reinterpretasi simbolik yang mengharmoniskan adat dan Islam tanpa menghilangkan identitas tradisional. Relasi fungsional berbasis diferensiasi dan komplementaritas peran tersebut mencerminkan pola sinkretisme. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan budaya lokal ditopang oleh kapasitas adaptif institusi adat dalam merespons dinamika modernisasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan adat istiadat di Desa Cikate bukan merupakan bentuk resistensi pasif terhadap modernisasi, melainkan hasil dari mekanisme integrasi fungsional yang bekerja secara sistemik dalam struktur sosial masyarakat.Sistem kesepuhan terbukti menjalankan fungsi pemeliharaan nilai (Latency) dan integrasi sosial (Integration) secara efektif, sehingga mampu mereproduksi solidaritas kolektif di tengah perubahan sosial.Relasi adat dan agama di Desa Cikate tidak menunjukkan pola konflik maupun asimilasi, tetapi memperlihatkan model sinkretisme fungsional yang berbasis diferensiasi dan komplementaritas peran antar institusi.Harmonisasi ini memungkinkan terjadinya adaptasi tanpa disintegrasi nilai, di mana ritual adat tetap hidup sebagai mekanisme kohesi sosial sekaligus ruang ekspresi religius yang sah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif keberlanjutan adat di daerah lain dengan dinamika modernisasi berbeda, seperti daerah perkotaan atau wilayah dengan pengaruh globalisasi lebih kuat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran media digital dalam menyebarkan nilai-nilai adat kepada generasi muda, terutama dalam konteks komunikasi dan edukasi budaya. Terakhir, penelitian dapat menggali lebih dalam tentang dampak pendidikan formal terhadap persepsi generasi muda terhadap praktik adat, termasuk bagaimana mereka mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan perspektif modern. Ketiga arah ini dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi budaya dalam masyarakat yang mengalami perubahan cepat.

  1. Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah... doi.org/10.21043/jp.v15i1.9075Sedekah Bumi Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah doi 10 21043 jp v15i1 9075
  2. KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM | Indrawardana | Komunitas.... journal.unnes.ac.id/nju/komunitas/article/view/2390KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM Indrawardana Komunitas journal unnes ac nju komunitas article view 2390
  3. The Juridical Review of Oral Land Sale and Purchase Agreements in the Community According to Customary... doi.org/10.38035/jlph.v5i5.2033The Juridical Review of Oral Land Sale and Purchase Agreements in the Community According to Customary doi 10 38035 jlph v5i5 2033
Read online
File size262.54 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test