UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Rasionalisme adalah paham yang menganggap bahwa pikiran akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan kebenaran yang lepas dari jangkauan indera. Rene Descartes menemukan metode agar hasil dari mempelajari filsafat benar-benar logis yaitu dengan menyangsikan segala-galanya atau menerapkan metode keragu-raguan artinya keragu-raguan harus meliputi seluruh pengetahuan yang dimiliki. Menurut Descartes akal adalah substansi yang berdiri sendiri dengan istilah aku berfikir maka aku ada (cogito ergo sum), akal itu immaterial. Akal adalah kesadaran dan sifatnya adalah berfikir, sedangkan tubuh adalah bagian dari alam materi. Sifat materi adalah keluasan.

Descartes berpendapat bahwa akal adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan dan kebenaran tertinggi berada pada rasio manusia.Ia mengemukakan metode keragu-raguan untuk mencapai kepastian, dengan meragukan segala sesuatu kecuali keyakinan akan keberadaan diri sendiri sebagai makhluk berpikir.Pemikirannya merevolusi filsafat di Eropa dengan menekankan pentingnya rasio dan mempertanyakan kebenaran yang diterima secara tradisional.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana metode keragu-raguan Descartes dapat diterapkan dalam konteks modern, misalnya dalam pengembangan kecerdasan buatan atau evaluasi informasi di era digital. Selain itu, studi komparatif antara rasionalisme Descartes dan aliran filsafat lain, seperti empirisme, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas epistemologi. Terakhir, penelitian tentang dampak pemikiran Descartes terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang matematika dan fisika, dapat mengungkap kontribusi signifikan dari filsafat rasionalisme terhadap kemajuan peradaban manusia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan baru bagi para pemikir dan peneliti di masa depan.

Read online
File size131.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test