UMPRUMPR
Anterior JurnalAnterior JurnalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh pemberian dosis pupuk Pugam T dan Urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pembibitan pre nursery. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor I : Perlakuan pemberian Pugam T (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : P0 = 0 kg/ha, P1 = 750 kg/ha, P3 = 1.000 kg/ha dan P3 = 1.250 kg/ha. Faktor II : Perlakuan pemberian Urea (N) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : N0 = 0 gram/liter, N1 = 1 gram/liter, N2 = 2 gram/liter dan N3 = 3 gram/liter. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pemberian Pugam T dan Urea berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tanaman dan panjang akar primer. Hasil tertinggi untuk parameter tinggi tanaman umur 4, 8 dan 12 MST (10,57 cm, 31,03 cm, dan 35,00 cm), diameter batang umur 4, 8 dan 12 MST (0,57 cm, 0,66 cm dan 0,90 cm), berat segar tanaman (16,68 gram) dan panjang primer (26,08 cm) diperoleh pada perlakuan pemberian Pugam T sebesar 1.250 kg/ha dan Urea sebesar 3 gram/liter (P3N3).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat interaksi yang signifikan antara pemberian pupuk Pugam T dan Urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.250 kg/ha dan Urea sebesar 3 gram/liter (P3N3) menghasilkan pertumbuhan bibit yang paling optimal, ditunjukkan dengan tinggi tanaman, diameter batang, berat segar bibit, dan panjang akar primer yang tertinggi.Hasil ini mengindikasikan pentingnya keseimbangan unsur hara dalam pembibitan kelapa sawit untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi jenis tanah gambut terhadap efektivitas kombinasi pupuk Pugam T dan Urea, mengingat karakteristik tanah gambut dapat bervariasi secara signifikan. Selanjutnya, studi lebih mendalam diperlukan untuk memahami mekanisme interaksi antara Pugam T dan Urea pada tingkat fisiologis tanaman, khususnya terkait dengan penyerapan unsur hara dan aktivitas enzim yang berperan dalam pertumbuhan bibit. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan kombinasi pupuk ini terhadap kualitas bibit kelapa sawit setelah ditanam di lapangan, termasuk pertumbuhan, produktivitas, dan ketahanan terhadap penyakit, untuk memastikan keberlanjutan praktik pembibitan yang optimal dan menghasilkan bibit unggul yang adaptif terhadap kondisi lingkungan yang berbeda.
| File size | 157.03 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISAPUNISAP Pupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenisPupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenis
UNISAPUNISAP Dengan demikian, pupuk cair campuran air beras dan air kelapa dengan konsentrasi 9 mL dapat berpengaruh secara nyata dan menguntungkan bagi para petaniDengan demikian, pupuk cair campuran air beras dan air kelapa dengan konsentrasi 9 mL dapat berpengaruh secara nyata dan menguntungkan bagi para petani
ASRITANIASRITANI A Randomized Block Design (RAK) with two factors was employed. The first factor was Potassium Fertilizer (K) with four levels: K0 (control), K1, K2, andA Randomized Block Design (RAK) with two factors was employed. The first factor was Potassium Fertilizer (K) with four levels: K0 (control), K1, K2, and
ASRITANIASRITANI Parameter yang diamati meliputi ketinggian tumbuh, jumlah daun, dan berat basah umbi per tatanan serta per plot. Analisis varians menunjukkan bahwa masing‑masingParameter yang diamati meliputi ketinggian tumbuh, jumlah daun, dan berat basah umbi per tatanan serta per plot. Analisis varians menunjukkan bahwa masing‑masing
IKIPIKIP Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk guano (G), yaitu G0: tanpa pupuk guano, G1: 3 ton/haMetode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk guano (G), yaitu G0: tanpa pupuk guano, G1: 3 ton/ha
UNSIMARUNSIMAR Tanah sawah di kabupaten Poso, khususnya di sekitar danau Poso, mengandung Fe total sangat tinggi (1,16-2,26%). Padi yang keracunan Fe tumbuh kerdil, anakanTanah sawah di kabupaten Poso, khususnya di sekitar danau Poso, mengandung Fe total sangat tinggi (1,16-2,26%). Padi yang keracunan Fe tumbuh kerdil, anakan
UNSIMARUNSIMAR Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) aplikasi pupuk organik (bokashi) 75% dan anorganik (NPK) 25% mampu meningkatkan panjang akar total, diameter sebaranHasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) aplikasi pupuk organik (bokashi) 75% dan anorganik (NPK) 25% mampu meningkatkan panjang akar total, diameter sebaran
UNSIMARUNSIMAR Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner). Data sekunderData primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner). Data sekunder
Useful /
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan serta pola spasial sebaran RTH Publik guna menilai kesesuaian dan pemerataan fungsinyaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan serta pola spasial sebaran RTH Publik guna menilai kesesuaian dan pemerataan fungsinya
UNUBLITARUNUBLITAR Penerapan Finite State Machine (FSM) pada sistem penagihan WiFi berbasis web terbukti efektif meningkatkan konsistensi dan keandalan pengelolaan statusPenerapan Finite State Machine (FSM) pada sistem penagihan WiFi berbasis web terbukti efektif meningkatkan konsistensi dan keandalan pengelolaan status
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif-analitis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, danMetode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif-analitis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan
UNSIMARUNSIMAR Poso Pesisir dan Lage yang berlangsung selama 6 bulan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPoso Pesisir dan Lage yang berlangsung selama 6 bulan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa