IDEREACHIDEREACH

Journal of Social ContemplativaJournal of Social Contemplativa

Bonus demografi dan krisis regenerasi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi dua sisi mata uang yang saling bertentangan dalam dinamika tata kelola birokrasi Indonesia. Di tengah peluang strategis hadirnya generasi muda, birokrasi Indonesia masih dikuasai oleh ASN berusia di atas 45 tahun, dengan minimnya representasi ASN muda. Tulisan ini menyoroti ketimpangan tersebut sebagai bukan sekadar isu demografis, tetapi sebagai masalah struktural dan politis yang menghambat transformasi birokrasi. Melalui studi terhadap seleksi CPNS 2023 dan inisiatif ASN Academy, tulisan ini mengeksplorasi agensi ASN muda dalam membentuk birokrasi yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap tuntutan era digital. Dengan memadukan perspektif reformasi birokrasi, digitalisasi administrasi, dan kritik terhadap pendekatan struktural-institusional dalam studi kebijakan publik, tulisan ini menawarkan narasi alternatif yang menempatkan ASN muda sebagai katalisator perubahan, bukan sekadar objek regenerasi administratif. Kajian ini bertujuan untuk menggeser fokus regenerasi ASN dari angka dan usia menuju pada reformasi yang berakar pada pembaharuan kultur, struktur, dan distribusi kuasa dalam tubuh birokrasi.

Regenerasi ASN sangat penting untuk menciptakan birokrasi yang adaptif di era digital, mengingat dominasi ASN berusia di atas 45 tahun dan potensi generasi muda sebagai agen perubahan.Namun, regenerasi tidak hanya memerlukan penggantian usia, melainkan juga transformasi struktural dan kultural untuk mengatasi birokrasi yang kaku dan hierarkis.ASN muda harus diposisikan sebagai subjek aktif dengan ruang inovasi, sementara platform seperti ASN Academy perlu dievaluasi efektivitasnya untuk mengembangkan kompetensi strategis yang mendorong birokrasi inklusif dan responsif.

Bagaimana model rekrutmen ASN yang inklusif dapat menjangkau talenta dari latar belakang non-tradisional untuk mengatasi kekosongan demografis? Desain ulang apa yang diperlukan pada ASN Academy untuk bertransformasi dari platform pelatihan pasif menjadi pusat kolaborasi inovasi lintas-instansi? Studi komparatif tentang efektivitas tim multigenerasi dalam proyek transformasi digital birokrasi dapat mengidentifikasi mekanisme pengetahuan antar-generasi yang optimal. Kajian tentang dampak sistem insentif berbasis inovasi terhadap motivasi ASN muda untuk mengatasi resistensi struktur konservatif. Analisis kritis terhadap implementasi meritokrasi dalam promosi karir ASN di era digital untuk mencegah jebakan teknokratisasi yang mengabaikan perspektif kritis generasi muda. Evaluasi kebijakan afirmasi bagi penyandang disabilitas dalam birokrasi untuk mencapai inklusivitas substantif, bukan sekadar representasi simbolis.

  1. Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Social Contemplativa | Journal of Social Contemplativa. vol journal social... doi.org/10.61183/jsc.v3i2Vol 3 No 2 2025 Journal of Social Contemplativa Journal of Social Contemplativa vol journal social doi 10 61183 jsc v3i2
  2. Reformasi Birokrasi Melalui Regenerasi Aparatur Sipil Negara Dalam Mewujudkan Birokrasi Yang Transformatif... doi.org/10.61183/jsc.v3i2.95Reformasi Birokrasi Melalui Regenerasi Aparatur Sipil Negara Dalam Mewujudkan Birokrasi Yang Transformatif doi 10 61183 jsc v3i2 95
Read online
File size498.86 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1Br
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test