MEJAILMIAHMEJAILMIAH
Adagium: Jurnal Ilmiah HukumAdagium: Jurnal Ilmiah HukumArtikel ini membahas hambatan struktural dan normatif dalam mewujudkan partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan program legislasi. Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan Program Legislasi Daerah (Prolegda) merupakan instrumen utama dalam perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Idealnya, kedua program ini disusun secara partisipatif dan transparan agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, proses penyusunan Prolegnas dan Prolegda masih cenderung elitis dan tertutup, sehingga menimbulkan kesenjangan antara produk hukum yang dihasilkan dan aspirasi publik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan yuridis-normatif dan teoritis-kritis untuk mengkaji sejauh mana partisipasi publik dan transparansi telah diakomodasi dalam penyusunan program legislasi, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi.
Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih bersifat simbolik dan belum terinstitusionalisasi dengan baik dalam sistem legislasi.Hambatan struktural seperti dominasi elit politik, serta hambatan normatif seperti minimnya pengaturan teknis partisipasi publik dalam undang-undang, menjadi faktor utama.Kajian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipatif dan keterbukaan informasi dalam setiap tahapan penyusunan Prolegnas dan Prolegda sebagai bagian dari reformasi politik hukum yang berorientasi pada demokrasi deliberatif.
Untuk meningkatkan kualitas legislasi dan memperkuat demokrasi deliberatif, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan pengembangan platform digital yang komprehensif dan mudah diakses oleh publik. Platform ini dapat memuat informasi lengkap mengenai Prolegnas dan Prolegda, termasuk Naskah Akademik, draft RUU, dan jadwal pembahasan. Selain itu, penelitian dapat mengusulkan mekanisme konsultasi publik yang lebih efektif dan inklusif, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses legislasi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan literasi hukum publik, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya Prolegnas/Prolegda dan terlibat secara aktif dalam proses legislasi. Dengan demikian, proses legislasi dapat menjadi lebih transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
| File size | 407.65 KB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Pengabaian Pondok Pesantren terhadap korban kekerasan seksual sesama jenis merupakan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi administratif. Peraturan yangPengabaian Pondok Pesantren terhadap korban kekerasan seksual sesama jenis merupakan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi administratif. Peraturan yang
DINASTIRESDINASTIRES Metode penelitian hukum normatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif digunakan sebagai metodologi penelitian. Data sekunder dan jenis dataMetode penelitian hukum normatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif digunakan sebagai metodologi penelitian. Data sekunder dan jenis data
STTABSTTAB Upaya pemutusan mata rantai kekerasan seksual terhadap anak harus dilakukan secara sinergis dan terencana melalui implementasi tritugas panggilan gereja.Upaya pemutusan mata rantai kekerasan seksual terhadap anak harus dilakukan secara sinergis dan terencana melalui implementasi tritugas panggilan gereja.
IJBLEIJBLE Studi menyimpulkan bahwa integrasi DPA ke dalam prosedur pidana Indonesia akan meningkatkan respons hukum negara terhadap kejahatan digital perusahaanStudi menyimpulkan bahwa integrasi DPA ke dalam prosedur pidana Indonesia akan meningkatkan respons hukum negara terhadap kejahatan digital perusahaan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Hasil kajian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (150–300 menit per minggu) sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mencegahHasil kajian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (150–300 menit per minggu) sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mencegah
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Namun, perubahan tersebut menghadapi hambatan signifikan dari norma sosial, budaya, dan agama yang masih konservatif, sehingga diperlukan upaya strategisNamun, perubahan tersebut menghadapi hambatan signifikan dari norma sosial, budaya, dan agama yang masih konservatif, sehingga diperlukan upaya strategis
UM SURABAYAUM SURABAYA Hukum Islam di Indonesia menyatakan bahwa anak angkat berhak menerima harta warisan melalui wasiat wajibah. Walaupun secara teorinya, Islam menganggapHukum Islam di Indonesia menyatakan bahwa anak angkat berhak menerima harta warisan melalui wasiat wajibah. Walaupun secara teorinya, Islam menganggap
UM SURABAYAUM SURABAYA Dalam konteks ini, terobosan hukum Perkawinan Itsbat yang tidak pernah ditemukan dalam UU Nomor 1 Tahun 1974, diapresiasi oleh Kompilasi Hukum Islam (KHI)Dalam konteks ini, terobosan hukum Perkawinan Itsbat yang tidak pernah ditemukan dalam UU Nomor 1 Tahun 1974, diapresiasi oleh Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Useful /
MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA Implementasi prinsip ekonomi biru, seperti penangkapan terukur dan konservasi wilayah laut, juga berkontribusi positif namun masih menghadapi tantanganImplementasi prinsip ekonomi biru, seperti penangkapan terukur dan konservasi wilayah laut, juga berkontribusi positif namun masih menghadapi tantangan
IJBLEIJBLE This study aims to analyze the effectiveness of the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach in improving junior high school studentsThis study aims to analyze the effectiveness of the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach in improving junior high school students
MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA Studi ini menganalisis pengaruh fundamental makroekonomi, struktur modal, dan teknologi terhadap return saham dengan tata kelola perusahaan baik (GCG)Studi ini menganalisis pengaruh fundamental makroekonomi, struktur modal, dan teknologi terhadap return saham dengan tata kelola perusahaan baik (GCG)
MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA Motivasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Secara bersama, ketiga variabel (pemberdayaan, motivasi, dan kepuasan kerja) secaraMotivasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Secara bersama, ketiga variabel (pemberdayaan, motivasi, dan kepuasan kerja) secara