MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA

Indonesian Journal Economic Review (IJER)Indonesian Journal Economic Review (IJER)

Penelitian ini mengeksplorasi sinergi antara kesadaran ekologi dan penerapan prinsip ekonomi biru terhadap keberlanjutan perikanan di Kabupaten Indramayu, Indonesia. Daerah pantai Indramayu memiliki sumber daya perikanan yang melimpah namun menghadapi ancaman seperti penangkapan berlebih, polusi laut, dan degradasi lingkungan pantai. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan korelasional, penelitian ini menganalisis pengaruh dua variabel utama, yaitu kesadaran ekologi dan penerapan ekonomi biru, terhadap keberlanjutan perikanan menggunakan regresi linear berganda pada data 45 nelayan aktif di Desa Karangsong. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran ekologi berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan perikanan (koefisien = 0,633; p < 0,01), diikuti oleh penerapan ekonomi biru (koefisien = 0,253; p < 0,01), dengan kontribusi simultan sebesar 66,1% terhadap variasi keberlanjutan perikanan. Implikasi praktis menekankan pentingnya pendidikan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, dan optimalisasi infrastruktur pendukung untuk pelaksanaan ekonomi biru yang lebih adil.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Indramayu dipengaruhi secara signifikan oleh dua faktor utama, yaitu kesadaran ekologi dan penerapan ekonomi biru, dengan kesadaran ekologi memberikan pengaruh yang lebih besar.Implementasi prinsip ekonomi biru, seperti penangkapan terukur dan konservasi wilayah laut, juga berkontribusi positif namun masih menghadapi tantangan praktis di lapangan.Oleh karena itu, sinergi antara peningkatan kesadaran ekologi dan optimalisasi penerapan ekonomi biru menjadi strategi kunci untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang dan berkeadilan dalam sektor perikanan Indramayu.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana mekanisme pembiayaan hijau (green financing) dapat meningkatkan adopsi teknologi ramah lingkungan oleh nelayan kecil, misalnya dengan menguji model pinjaman berbasis hasil tangkapan yang mengurangi beban biaya awal. Selanjutnya, studi perbandingan antar wilayah pesisir di Indonesia dapat mengidentifikasi faktor-faktor sosial‑kultural yang memoderasi efektivitas kebijakan ekonomi biru, sehingga memungkinkan penyesuaian kebijakan yang lebih kontekstual dan inklusif. Terakhir, penelitian longitudinal dapat menilai dampak program edukasi lingkungan berkelanjutan terhadap perubahan perilaku nelayan selama periode lima tahun, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik penangkapan yang berkelanjutan.

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Blue Economy dan Dampak pada Masyarakat di... doi.org/10.47134/jampk.v1i4.334Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Blue Economy dan Dampak pada Masyarakat di doi 10 47134 jampk v1i4 334
  2. The Intertwined Threads of Blue Economy, Inclusive Growth, and Environmental Sustainability in Transition... doi.org/10.3390/su17031054The Intertwined Threads of Blue Economy Inclusive Growth and Environmental Sustainability in Transition doi 10 3390 su17031054
  3. PENGUATAN LITERASI EDUKATIF DAN SPIRIT SADAR WISATA BERBASIS “SUSTAINABLE BLUE TOURISM” DI... doi.org/10.35446/diklatreview.v8i3.1939PENGUATAN LITERASI EDUKATIF DAN SPIRIT SADAR WISATA BERBASIS AuSUSTAINABLE BLUE TOURISMAy DI doi 10 35446 diklatreview v8i3 1939
Read online
File size488.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test