ISEIISEI

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini menguji dampak faktor-faktor ekonomi biru terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulampua. Dalam penelitian ini, variabel ekonomi biru ditampilkan oleh sektor perikanan, yang diproksikan oleh produksi perikanan tangkap laut. Penelitian ini menggunakan data panel tahunan di tingkat provinsi di wilayah Sulampua yang mencakup periode 2018 hingga 2022. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel menggunakan Model Efek Tetap (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ekonomi biru berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi ketika ekonomi biru suatu negara terpetakan dengan baik, terintegrasi dalam kerangka kelembagaan yang kuat, dan didukung oleh kebijakan dan penelitian yang konkret. Dengan demikian, efek limpahan akan tercipta, seperti pertumbuhan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan melalui inklusi sosial penduduk wilayah pesisir. Berdasarkan Revealed Comparative Advantage (RCA), Maluku, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara memiliki keunggulan komparatif dalam produk perikanan dibandingkan dengan provinsi lain.

Ekonomi biru berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi ketika terpetakan dengan baik, terintegrasi dalam kerangka kelembagaan yang kuat, dan didukung oleh kebijakan dan penelitian yang konkret.Hal ini menciptakan efek limpahan seperti pertumbuhan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan melalui inklusi sosial penduduk pesisir.Maluku, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara memiliki keunggulan komparatif dalam produk perikanan, menunjukkan potensi besar wilayah Sulampua dalam memanfaatkan ekonomi biru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dalam kerangka kelembagaan yang kuat yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi biru di wilayah Sulampua. Hal ini dapat melibatkan analisis mendalam terhadap kebijakan, regulasi, dan praktik tata kelola yang ada. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi dampak sosial dan lingkungan dari pertumbuhan ekonomi biru di wilayah Sulampua, dengan fokus pada bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkelanjutan dan inklusif. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi potensi inovasi teknologi dan praktik berkelanjutan dalam sektor perikanan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana memaksimalkan manfaat ekonomi biru di wilayah Sulampua sambil meminimalkan risiko sosial dan lingkungan, sehingga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di masa depan.

  1. Blue economy impact and fishery comparative advantage mapping in Sulampua | Jurnal Ekonomi Indonesia.... jurnal.isei.or.id/index.php/isei/article/view/570Blue economy impact and fishery comparative advantage mapping in Sulampua Jurnal Ekonomi Indonesia jurnal isei index php isei article view 570
  2. Blue economy policy for sustainable fisheries in Indonesia - IOPscience. blue economy policy sustainable... doi.org/10.1088/1755-1315/423/1/012051Blue economy policy for sustainable fisheries in Indonesia IOPscience blue economy policy sustainable doi 10 1088 1755 1315 423 1 012051
Read online
File size635.58 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test