YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai PMP (Probable Maximum Precipitation), Menganalisis debit banjir rancangan untuk mengevaluasi besarnya debit banjir rancangan pada berbagai kala ulang 2, 5,10, 20, 25,50,100 tahun, Menganalisis debit puncak, waktu puncak dan waktu dasar dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder. Dalam penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkok Kabupaten Lombok Barat, Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari data sekunder, studi pustaka, berbagai literature, serta data hasil pengamatan dan pengkuran pada lokasi penelitian. Diperoleh curah hujan maksimum tahunan 121.78 mm sedangkan hujan rata-rata diperoleh 12.178 mm, besar nilai PMP (Probable Maximum Precipitation) pada sungai Jangkok adalah 79.563 mm, debit banjir rancangan dengan periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun dengan menggunakan metode Haspers diperoleh masing-masing : 126.70 mm; 292,11 mm, 584.23 mm, 1168.47 mm, 1460.58 mm, 2921.17 mm, 5842.35 mm, waktu puncak (Tp), debit puncak (Qp) dan waktu dasar (Tb) setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode HSS Snyder yang dikembangkan diperoleh untuk: Tp = 0.538 jam; Qp = 147.364 m3 dan Tb = 0.059 jam.

Analisis menunjukkan curah hujan maksimum tahunan di DAS Jangkok sebesar 121,78 mm dengan rata‑rata 12,178 mm, dan nilai PMP terdeteksi 79,563 mm.Debit banjir rancangan untuk periode ulang 2–100 tahun diperoleh masing‑masing 126,70 mm, 292,11 mm, 584,23 mm, 1.Parameter hidrograf sintetis menunjukkan waktu puncak 0,538 jam, debit puncak 147,364 m³, dan waktu dasar 0,059 jam.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana perubahan iklim memengaruhi nilai Probable Maximum Precipitation (PMP) dan frekuensi banjir rancangan di DAS Jangkok dengan menggunakan proyeksi iklim skala regional yang di‑downscale, sehingga dapat menghasilkan skenario curah hujan yang lebih realistis untuk periode 2050‑2100. Selanjutnya, diperlukan pengembangan dan validasi model hidrologi terdistribusi, seperti SWAT atau HEC‑RAS, yang mencakup karakteristik fisik lahan, penggunaan lahan, dan jaringan sungai Jangkok untuk mensimulasikan dinamika banjir pada berbagai skenario perubahan penggunaan lahan. Penelitian ketiga dapat mengevaluasi efektivitas langkah‑langkah mitigasi berbasis alam, misalnya penanaman kembali hutan riparian, pembangunan kolam retensi, atau restorasi lahan basah, dalam mengurangi debit puncak dan memperpanjang waktu dasar dibandingkan solusi struktural tradisional. Untuk menguji keandalan model dan strategi mitigasi, studi lapangan yang melibatkan pengukuran hidrometeorologi intensif dan analisis statistik harus dilakukan secara berkelanjutan. Hasil dari ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan ilmiah bagi perencanaan bendungan dan kebijakan tata ruang yang lebih adaptif terhadap risiko banjir di masa depan.

Read online
File size483.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test