UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias SelatanJurnal Ekonomi dan Bisnis Nias SelatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Maniamolo. Analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Penelitian ini memperoleh hasil persamaan regresi linear berganda Y = 5,490 0,432X1 0,441X2. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa apabila variabel Etos Kerja (X1) dan variabel Motivasi (X2) bernilai nol, maka nilai variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 5,490. Nilai koefisien variabel Etos Kerja adalah sebesar 0,432 dan signifikan pada tingkat α sebesar 5%, yang berarti setiap peningkatan nilai variabel Etos Kerja sebesar 1 satuan akan mendorong peningkatan nilai variabel Kinerja Pegawai sebesar 0,432. Sementara itu, nilai koefisien Motivasi sebesar 0,441, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan variabel Motivasi 1 satuan akan mampu mendorong peningkatan nilai variabel Kinerja Pegawai sebesar 0,441. Dengan demikian, kontribusi peningkatan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Maniamolo cukup besar.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa etos kerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Maniamolo Kabupaten Nias Selatan.Secara khusus, variabel etos kerja dan motivasi secara bersama-sama mampu mempengaruhi kinerja pegawai, dengan 69,7% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut.Sisanya 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai di Kantor Camat Maniamolo, seperti kepemimpinan, komunikasi, atau kondisi lingkungan kerja. Hal ini penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja pegawai. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi untuk meningkatkan etos kerja dan motivasi pegawai. Model ini dapat mencakup program pelatihan, pemberian insentif, atau peningkatan fasilitas kerja. Evaluasi efektivitas model intervensi ini akan memberikan informasi berharga bagi pengambilan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Ketiga, penelitian dapat memperluas cakupan dengan melibatkan lebih banyak kantor camat di wilayah Nias Selatan atau bahkan di daerah lain. Hal ini akan memungkinkan generalisasi hasil penelitian dan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pengaruh etos kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai di sektor publik. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kinerja organisasi di sektor publik.
| File size | 270.12 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
MULIADARMAMULIADARMA Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja (X1) diperoleh nilai thitung sebesar 12,669 > 1,675 dan nilai signifikan 0,000Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja (X1) diperoleh nilai thitung sebesar 12,669 > 1,675 dan nilai signifikan 0,000
STIMAIMMISTIMAIMMI Dari hasil perhitungan statistik dapat dijelaskan. Nilai R sebesar 0,603 dan nilai Squere R (determinan r) sebesar 0,364 memberikan arti bahwa variabelDari hasil perhitungan statistik dapat dijelaskan. Nilai R sebesar 0,603 dan nilai Squere R (determinan r) sebesar 0,364 memberikan arti bahwa variabel
STIEGICISTIEGICI Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukan bahwa variabel sistem penggajian tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada CV. Hasil pengujianHasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukan bahwa variabel sistem penggajian tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada CV. Hasil pengujian
UNBARAUNBARA Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa secara parsial Kepemimpinan Transformasional (X₁) dan Motivasi Kerja (X₂) masing-masingBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa secara parsial Kepemimpinan Transformasional (X₁) dan Motivasi Kerja (X₂) masing-masing
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kepemimpinan maupun motivasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. KepemimpinanHasil penelitian menunjukkan bahwa baik kepemimpinan maupun motivasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Kepemimpinan
STIEGICISTIEGICI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja KaryawanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan incidental sampling sebanyak 77 responden yang merupakan pelanggan PT IndahMetode penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan incidental sampling sebanyak 77 responden yang merupakan pelanggan PT Indah
UnnasUnnas Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu menguraikan secara menyeluruhPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu menguraikan secara menyeluruh
Useful /
UNIRAYAUNIRAYA Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerjaHal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja
UADUAD Meskipun telah menerima pendidikan formal yang luas, banyak siswa Indonesia masih kesulitan berbicara dengan lancar dalam konteks kehidupan nyata. KlubMeskipun telah menerima pendidikan formal yang luas, banyak siswa Indonesia masih kesulitan berbicara dengan lancar dalam konteks kehidupan nyata. Klub
UADUAD Penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi pengajaran guru kelas 3 sangat tinggi, yang berkontribusi pada peningkatan signifikan kemampuan siswa dari tingkatPenelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi pengajaran guru kelas 3 sangat tinggi, yang berkontribusi pada peningkatan signifikan kemampuan siswa dari tingkat
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Kajian ini mendeskripsikan tentang perkembangan psikologi keagamaan anak usia dini. Hal ini penting karena anak usia dini adalah usia emas yang harus dikembangkanKajian ini mendeskripsikan tentang perkembangan psikologi keagamaan anak usia dini. Hal ini penting karena anak usia dini adalah usia emas yang harus dikembangkan