UNIKOMUNIKOM
Jurnal Wilayah dan KotaJurnal Wilayah dan KotaKota Ambon merupakan kota terbesar dan juga ibukota dari Provinsi Maluku. Kota Ambon adalah tempat pemerintahan kota dan juga merupakan tempat utama pembangunan. Dilihat dari segi fisiknya, kota Ambon selalu terjadi bencana yaitu bencana banjir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan memetakan suatu tingkat kerawanan banjir yang terdapat di kota Ambon. Manfaat untuk penelitian ini merupakan suatu pemberian informasi kawasan mana saja yang merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan banjir, dan memberikan informasi kawasan mana saja yang aman terhadap kejadian banjir. Analisis dalam penelitian kerawanan banjir ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif yang memiliki tujuan mendisktipsikan tingkat kerawanan, dengan terdapat 5 variabel yaitu jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, dan topografi. Penetapan tingkatan suatu kerawanan banjir dengan menguunakan skoring dan pembobotan untuk masing-masing variabel yang mana hasil perkalian dari skor tiap variabel dan bobot masing-masing variabel tersebut bisa dipergunakan dalam menentukan suatu tingkat wilayah dalam hal ini yaitu kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukan tingkat kerawanan banjir di kota Ambon terbagi menjadi 5 klasifikasi yaitu sangat rawan, rawan, cukup rawan, kurang rawan, dan tidak rawan dengan Tingkat cukup rawan merupakan tingkat terluas. Tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir keseluruhan kecamatan di kota ambon sedangkan daerah yang aman akan terjadinya banjir terdapat pada daerah perbukitan terutama pada Kecamatan Leitimur Selatan.
Kerawanan banjir di Kota Ambon terbagi menjadi lima kelas, yaitu sangat rawan, rawan, cukup rawan, kurang rawan, dan tidak rawan, dengan persebaran tingkat sangat rawan dan rawan terutama di daerah pesisir dan dataran rendah (0–20 m dpl) pada beberapa kecamatan.Tingkat cukup rawan merupakan kelas terluas, menyebar di wilayah berbukit (51–300 m dpl) pada lima kecamatan, sementara tingkat kurang rawan dan tidak rawan terdapat di daerah berbukit lebih tinggi (101 m‑>300 m dpl).338 ha (35 %) untuk kurang rawan, dan 4.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi model hidrologi dinamis dengan data curah hujan real‑time untuk memprediksi kejadian banjir pada skala waktu yang lebih pendek, sehingga dapat memberikan peringatan dini yang lebih akurat. Selanjutnya, analisis perubahan penggunaan lahan melalui citra satelit multi‑temporal dapat menilai dampak urbanisasi dan deforestasi terhadap peningkatan risiko banjir, serta mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi rehabilitasi ekosistem. Terakhir, pengembangan dan evaluasi model mitigasi berbasis partisipasi masyarakat, seperti sistem drainase komunitas dan program edukasi risiko banjir, dapat diuji efektivitasnya dalam mengurangi kerentanan lokal, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang bersifat adaptif dan inklusif.
| File size | 1.28 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawanSehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawan
UNJUNJ Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Geographically Weighted Regression (GWR) merupakan alat yang efektif untuk memodelkan dan menganalisis pola persebaranPenelitian ini menunjukkan bahwa metode Geographically Weighted Regression (GWR) merupakan alat yang efektif untuk memodelkan dan menganalisis pola persebaran
UNIPAUNIPA Pemilihan bahan vegetatif berupa tunas lebih baik karena dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan pembibitan dengan cara generatif melalui biji tidak dilakukanPemilihan bahan vegetatif berupa tunas lebih baik karena dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan pembibitan dengan cara generatif melalui biji tidak dilakukan
UMSUMS Studi ini menekankan bahwa adopsi LCTs tidak dapat dipertahankan melalui intervensi yang terisolasi atau jangka pendek. Sebaliknya, diperlukan dukunganStudi ini menekankan bahwa adopsi LCTs tidak dapat dipertahankan melalui intervensi yang terisolasi atau jangka pendek. Sebaliknya, diperlukan dukungan
UIGMUIGM Hasil penelitian menghasilkan peta klasifikasi bahaya longsor yang terdiri dari tiga tingkat, yaitu rendah dengan luasan 4. 878,442 ha, sedang dengan luasanHasil penelitian menghasilkan peta klasifikasi bahaya longsor yang terdiri dari tiga tingkat, yaitu rendah dengan luasan 4. 878,442 ha, sedang dengan luasan
UNRAMUNRAM Pengambilan data dilakukan secara sensus dengan menginventarisasi diameter setinggi dada dan tinggi total. Analisis data pada volume pohon berdiri menggunakanPengambilan data dilakukan secara sensus dengan menginventarisasi diameter setinggi dada dan tinggi total. Analisis data pada volume pohon berdiri menggunakan
STIKESEUBSTIKESEUB Hasil: Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat pengetahuan siswa tentang bencana berada dalam kategori baik sebanyak 51 orang (100%). (2) Tingkat kesiapanHasil: Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat pengetahuan siswa tentang bencana berada dalam kategori baik sebanyak 51 orang (100%). (2) Tingkat kesiapan
UIKAUIKA Geologi daerah ini didominasi dengan karakteristik batu pasir, breksi, batu gamping dan dipengaruhi oleh struktur geologi seperti sesar Cimandiri. PadaGeologi daerah ini didominasi dengan karakteristik batu pasir, breksi, batu gamping dan dipengaruhi oleh struktur geologi seperti sesar Cimandiri. Pada
Useful /
USMUSM Kondisi permukiman dan ketersediaan sarana serta prasarana di Kecamatan Semarang Tengah mayoritas sudah cukup memadai dengan kualitas yang baik dan aksesKondisi permukiman dan ketersediaan sarana serta prasarana di Kecamatan Semarang Tengah mayoritas sudah cukup memadai dengan kualitas yang baik dan akses
USMUSM Hasil menunjukkan bahwa seluruh metode memberikan hasil peringkat yang konsisten, dengan nilai korelasi Spearman sempurna (ρ = 1. 000). Uji sensitivitasHasil menunjukkan bahwa seluruh metode memberikan hasil peringkat yang konsisten, dengan nilai korelasi Spearman sempurna (ρ = 1. 000). Uji sensitivitas
USMUSM Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi literatur. Dipilih tiga artikel jurnal bereputasi yang membahas tentang implementasiPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi literatur. Dipilih tiga artikel jurnal bereputasi yang membahas tentang implementasi
POLNESPOLNES The analysis test used the classical assumption test, namely the normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Hypothesis testingThe analysis test used the classical assumption test, namely the normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Hypothesis testing