UNIPASUNIPAS

LocusLocus

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka belajar adalah mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah Implementasi Merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja ?; 2) apakah faktor pendukung dan faktor penghambat ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa dipengaruhi oleh empat variabel yaitu : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Adanya keempat faktor tersebut menyebabkan kurikulum merdeka dapat diimplementasikan dengan baik di SMA Negeri 4 Singaraja. Adapun faktor pendukung dari adalah tersedianya sumber daya yang cukup memadai untuk melaksanakan kurikulum merdeka. Juga karena isi dari kurikulum tersebut cukup mudah untuk dipahami. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah masih minimnya kemampuan implementor dalam hal ini banyaknya guru-guru di SMA Negeri 4 Singaraja yang belum memahami isi dari kurikulum merdeka sehinga mereka agak sulit untuk melaksanakannya dalam proses pembelajaran.

komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.Penghambatnya adalah kemampuan implementor, khususnya guru, yang belum sepenuhnya memahami isi kurikulum.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Selain itu, penelitian tentang peran teknologi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka juga penting untuk dilakukan, dengan fokus pada pengembangan platform pembelajaran digital yang adaptif dan personalisasi. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi dan tantangan guru dalam mengadopsi Kurikulum Merdeka dapat memberikan wawasan berharga untuk merancang program pelatihan dan pendampingan yang lebih efektif, sehingga implementasi kurikulum dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berkarakter.

Read online
File size436.26 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test