UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and CultureAsesmen pembelajaran dilaksanakan untuk menginterpretasi berbagai jenis informasi mengenai proses dan hasil belajar siswa. Penting untuk melakukan asesmen guna melihat sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap 1) Bagaimana asesmen pembelajaran dilakukan dalam Buku Panduan Guru dan Buku Siswa mata pelajaran Sejarah Kurikulum Merdeka. 2) Apa saja kelebihan dan kekurangan asesmen pembelajaran dalam Buku Panduan Guru dan Buku Siswa mata pelajaran Sejarah Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi dokumen. Validitas data dilakukan melalui triangulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen yang digunakan terdiri dari 2 bentuk, yaitu asesmen diagnostik dan asesmen formatif. Asesmen formatif terdiri dari asesmen diri dan asesmen sumatif. Saat dianalisis, asesmen yang dilakukan menggunakan kata kunci operasional dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kelebihan asesmen yang digunakan adalah bervariasi dan menggali banyak kemampuan siswa untuk mendukung pengembangan kreativitas dan kemandirian siswa. Kekurangan asesmen adalah memerlukan cukup banyak waktu untuk menyelesaikan semua asesmen yang dilakukan, sehingga beban kerja guru juga meningkat.
Asesmen pembelajaran dalam buku panduan ini menekankan pendekatan holistik, menilai pengetahuan, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta sikap dan nilai siswa melalui metode bervariasi seperti proyek dan portofolio.Pendekatan ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa melalui refleksi diri dan penilaian sejawat untuk meningkatkan kesadaran belajar dan kemampuan metakognitif mereka.Namun, implementasinya menghadapi tantangan signifikan terkait kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, dan risiko subjektivitas dalam penilaian kualitatif yang dapat memengaruhi akurasi serta konsistensi.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa arah menarik untuk studi lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang asesmen Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran Sejarah. Pertama, penting untuk meneliti lebih dalam mengenai program pelatihan dan pendampingan guru. Misalnya, bagaimana merancang program pelatihan yang tidak hanya mengenalkan ragam metode asesmen Kurikulum Merdeka, tetapi juga membekali guru dengan strategi praktis untuk mengelola waktu dan sumber daya secara efektif saat menerapkan asesmen tersebut di kelas. Penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai model pelatihan, seperti lokakarya intensif, pendampingan berkelanjutan, atau komunitas belajar profesional, dalam meningkatkan kesiapan guru dan mengurangi beban kerja mereka. Kedua, mengingat tantangan waktu dan sumber daya yang disebutkan, studi lanjutan bisa berfokus pada pengembangan dan validasi instrumen atau platform asesmen digital yang adaptif. Bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyederhanakan proses asesmen tanpa mengurangi kedalaman atau keholistikannya? Ini bisa mencakup penelitian tentang desain alat bantu penilaian yang terintegrasi dengan materi ajar, otomatisasi sebagian proses penilaian, atau sistem umpan balik instan yang mendukung refleksi siswa. Ketiga, untuk mengatasi isu subjektivitas penilaian kualitatif, perlu ada riset tentang pengembangan rubrik penilaian yang lebih terstandardisasi namun tetap fleksibel. Studi dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam rubrik yang mampu memastikan konsistensi dan objektivitas penilaian antar guru dan antar sekolah, sambil tetap memberi ruang bagi konteks unik setiap siswa dan kelas. Penelitian ini akan membantu menciptakan praktik asesmen yang lebih adil dan akurat, mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka secara optimal.
| File size | 428.34 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Meskipun demikian, suasana kerja yang suportif, kedekatan interpersonal, serta sistem apresiasi berbasis pencapaian mampu menjaga motivasi dan kepuasanMeskipun demikian, suasana kerja yang suportif, kedekatan interpersonal, serta sistem apresiasi berbasis pencapaian mampu menjaga motivasi dan kepuasan
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Jumlah responden sebanyak 144 orang pemuda pedesaan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluhJumlah responden sebanyak 144 orang pemuda pedesaan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluh
UNIBAUNIBA Variabel Efikasi Diri memiliki nilai t 23,443 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, keduaVariabel Efikasi Diri memiliki nilai t 23,443 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua
STTABSTTAB Ajaran sesat merupakan ancaman serius yang terus berkembang dalam komunitas Kristen kontemporer sampai saat ini, terutama di tengah era digital yang memungkinkanAjaran sesat merupakan ancaman serius yang terus berkembang dalam komunitas Kristen kontemporer sampai saat ini, terutama di tengah era digital yang memungkinkan
STTABSTTAB Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa spiritualitas Kristen dan kehadiran ilahi perlu dinarasikanPenelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa spiritualitas Kristen dan kehadiran ilahi perlu dinarasikan
DINAMIKADINAMIKA Kegiatan sosialisasi tentang penyusunan modul ajar diselenggarakan oleh tim pelaksana dari Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan MGMP SosiologiKegiatan sosialisasi tentang penyusunan modul ajar diselenggarakan oleh tim pelaksana dari Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan MGMP Sosiologi
UM MetroUM Metro Temuan ini mengarahkan pada perlunya penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua serta integrasi pendidikan spiritual secara sistematis dalam kurikulumTemuan ini mengarahkan pada perlunya penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua serta integrasi pendidikan spiritual secara sistematis dalam kurikulum
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Bekal bukur selanjutnya ada manik-manik kertas emas, manik-manik logam, miniatur nekara perunggu, gerabah terajala, untaian spiral perunggu, batu ulekan,Bekal bukur selanjutnya ada manik-manik kertas emas, manik-manik logam, miniatur nekara perunggu, gerabah terajala, untaian spiral perunggu, batu ulekan,
Useful /
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian menemukan bahwa media sosial berfungsi ganda—mendukung pendidikan informal sambil juga mengalihkan perhatian dari literasi konvensional. PemerintahPenelitian menemukan bahwa media sosial berfungsi ganda—mendukung pendidikan informal sambil juga mengalihkan perhatian dari literasi konvensional. Pemerintah
IKMEDIAIKMEDIA Namun, terjemahan yang tidak jelas akibat pilihan kata yang tidak tepat, kosakata yang tidak familiar, atau struktur kalimat yang buruk sering kali menyebabkanNamun, terjemahan yang tidak jelas akibat pilihan kata yang tidak tepat, kosakata yang tidak familiar, atau struktur kalimat yang buruk sering kali menyebabkan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Nilai-nilai multikultur diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kegiatan keagamaan dan sosial komunitas Tionghoa di kedua tempat ibadah, dengan penghormatanNilai-nilai multikultur diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kegiatan keagamaan dan sosial komunitas Tionghoa di kedua tempat ibadah, dengan penghormatan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan juru kunci GunungMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan juru kunci Gunung