DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Dalam perjanjian sewa, kontrak dibuat secara tertulis. Beberapa lembaga jaminan memerlukan penggunaan akta notaris. Meskipun tidak wajib, perjanjian sewa tetap dapat disusun atau dijalankan di hadapan notaris. Akta jaminan yang disusun oleh notaris, sebagaimana yang diperlukan, akan secara alami menentukan objek perjanjian. Namun, perjanjian sewa sering kali melibatkan legalisasi dalam kontrak, yang sering kali menyebabkan konflik. Muncul pertanyaan tentang tanggung jawab notaris ketika masalah ini terjadi. Penelitian ini merupakan studi normatif yang fokus pada tanggung jawab notaris dalam legalisasi perjanjian sewa yang melibatkan objek jaminan berdasarkan prinsip prudensial.

Berdasarkan analisis data dan pembahasan sebelumnya, disimpulkan bahwa penerapan prinsip prudensial oleh notaris dalam menyusun perjanjian harus dilaksanakan secara ketat.Gagal menerapkan prinsip ini secara tepat dapat menyebabkan kerugian bagi berbagai pihak, termasuk notaris itu sendiri, akibat dampak hukum dan sanksi yang diberlakukan berdasarkan peraturan hukum yang berlaku.

Saran penelitian lanjutan yang baru meliputi: (1) Menganalisis dampak penerapan teknologi digital dalam proses legalisasi perjanjian sewa terhadap penerapan prinsip prudensial oleh notaris. (2) Meneliti efektivitas kerangka hukum saat ini dalam mencegah kesalahan yang dilakukan oleh notaris dalam penyusunan akta jaminan. (3) Mengembangkan studi tentang peran program pelatihan dalam meningkatkan kesadaran notaris terhadap prinsip prudensial, serta pengaruhnya terhadap pengurangan risiko hukum dalam praktik notarial.

  1. Vol. 6 No. 1 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities | Journal of Law, Politic and Humanities.... doi.org/10.38035/jlph.v6i1Vol 6 No 1 2025 JLPH Journal of Law Politic and Humanities Journal of Law Politic and Humanities doi 10 38035 jlph v6i1
Read online
File size358.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test