UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan peserta didik. Tidak hanya mencerdaskan kualitas intelektual siswa, namun juga mengembangkan aspek kepribadian dan spiritual peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana pengaruh hidden curriculum di sekolah dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan spiritual siswa dengan studi kasus di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, Ciputat. Penulis melakukan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif dan langsung turun ke lapangan guna mendapatkan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa metode. Metode utama adalah dengan penyebaran kuesioner yang berisi instrumen terpercaya kepada 90 siswa-siswi di sekolah. Selain itu penulis melakukan observasi dan pengumpulan data penting sebagai pendukung data sekunder. Penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa ditemukan pengaruh positif antara kebudayaan religius di sekolah terhadap pengembangan kecerdasan spiritual siswa sebesar 0,372 (37%). Kebudayaan religius di sekolah merupakan kegiatan di luar materi pelajaran yang dilaksanakan secara tidak formal, bersifat lingkungan, kebiasaan dan budaya dalam lingkungan sekolah seperti shalat duha, shalat berjamaah, baca quran sebelum pelajaran dimulai, budaya bicara baik sesama warga sekolah. Maka, sangat disarankan agar siswa-siswi di sekolah berkembang kesalehannya dan kualitas spiritualnya, diperlukan pengembangan hidden curriculum di sekolah.

Penelitian membuktikan bahwa kebudayaan religius di sekolah berupa hidden curriculum berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa.Sekolah harus menciptakan sistem, suasana, dan kondisi yang mendukung perkembangan spiritual dengan mengoptimalkan dimensi kebudayaan religius, termasuk peningkatan pembelajaran materi keagamaan, program khusus, dan pengadaan kegiatan keagamaan.Selain itu, sekolah perlu memberikan teladan berakhlak, memperbanyak program ibadah, mengadakan perayaan keagamaan, dan melakukan kegiatan sosial untuk meningkatkan kepedulian siswa.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara mendalam pengaruh masing‑masing aktivitas religius di sekolah, seperti shalat duha atau pengajian, terhadap dimensi‑dimensi spesifik kecerdasan spiritual siswa, sehingga dapat diketahui kegiatan mana yang paling efektif dalam meningkatkan aspek spiritual. Selanjutnya, sebuah studi komparatif antara penerapan hidden curriculum dengan kurikulum agama formal pada berbagai jenis sekolah (madrasah, SMA, dan sekolah umum) dapat mengungkap perbedaan efektivitas keduanya dalam mengembangkan kecerdasan spiritual, serta faktor‑faktor yang memediasi perbedaan tersebut. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal yang mengikuti kelompok siswa selama beberapa tahun setelah intervensi hidden curriculum untuk mengevaluasi keberlanjutan peningkatan spiritualitas, dengan mempertimbangkan peran faktor eksternal seperti dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan intensitas praktik religius di luar sekolah.

  1. Peran Kebudayaan Religius di Sekolah Terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Siswa (Studi Kasus Madrasah... jurnal.uai.ac.id/index.php/SH/article/view/1874Peran Kebudayaan Religius di Sekolah Terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Siswa Studi Kasus Madrasah jurnal uai ac index php SH article view 1874
Read online
File size402.39 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test